Bajing Kerdil Dataran Rendah

Ketiga bajing ini memiliki ukuran sebesar jari jempol kaki orang dewasa. Masyarakat Kalimantan khususnya daerah Ketapang menyebut bajing kerdil ini dengan nama klingsat atau pungkang. Mereka sangat lucu dalam bertingkah laku, berjalan pelan-pelan dipangkal batang pohon kemudian berlari sangat cepat menuju ranting pohon tertinggi. Selain itu, mereka sering terlihat berdiam diri dibatang pohon sambil menggerigiti kulitnya untuk mencari makan. Disaat seperti inilah kita dapat mendekati  dan melihatnya dengan jelas atau bahkan mengabadikannya dengan menggunakan kamera. Kedua bajing ini aktif di siang hari (diurnal), tetapi pada pagi hari lebih sering terdengar suaranya yang saling bersahutan antara individu yang satu dengan individu lainnya. Suaranya kecil melengking dan bernada yang membuat kita terkadang tidak bisa membedakan dengan suara burung.

Bajing Kerdil Telinga Kuncung
Bajing kerdil telinga hitam
Bajing Kerdil Telinga Hitam

Bajing-kerdil telinga-hitam memiliki coretan hitam yang melintang dibagian sisi kepala, penyebarannya sangat luas sampai dipulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Di Kalimantan Barat, bajing ini sangat umum dapat menempati beberapa tipe habitat seperti hutan, ladang, dan bahkan disekitar pemukiman masyarakat. Sedangkan bajing-kerdil dataran-rendah seluruh tubuhnya berwarna coklat dan bajing kerdil telinga kuncung sekilas mirip dengan bajing kerdil dataran rendah hanya saja terdapat rambut putih ditelinganya dan habitat bajing ini di dataran tinggi. Kedua bajing ini merupakan jenis endemik pulau Kalimantan. Berbeda dengan bajing-kerdil telinga-hitam, untuk menemukan kedua bajing ini sangatlah sulit.

Data-data mengenai kedua bajing ini masih sangat terbatas, sehingga International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan bajing-kerdil dataran-rendah kedalam status data deficient (kurang data) dan bajing-kerdil telinga-hitam serta bajing kerdil telinga kuncungmasuk kedalam status least concern.

Jenis-jenis mamalia kecil ini mungkin banyak tak tersentuh oleh pengamat kita saat dilapangan, akan tetapi besar sekali pengaruhnya bagi keseimbangan alam dan merupakan kerugian besar apabila salah satu spesies ini punah dari hadapan kita.

(Andhy PS/E.M. Aaf Afnan)

One Comment

Leave a Reply