Babi rusa merupakan hewan endemik dari pulau Sulawesi yang berada di wilayah garis hayal Wallace. Suaka Margasatwa Nantu yang ada di Gorontalo merupakan salah satu habitat dari babi rusa.  Populasi satwa tersebut menurun drastis dari sekitar 500 ekor pada tahun pada tahun 1980-an menjadi sekitar 200-an ekor pada tahun 2010 ( peneliti  yayasan adudu nantu internasional (Yani)). Perdagangan daging babi rusa dan perambahan hutan menjadi penyebab utama, selain itu  penyebab lainnya adalah penebangan liar, perladangan berpindah dan penambangan emas tanpa izin.

Lynn clayton (yayasan adudu nantu internasional) mengatakan meski hutan Nantu telah ditetapkan menjadi suaka margasatwa namun bukan berarti satwa yang berada disana aman. Saat ini dua atau tiga babi rusa diperjualbelikan per minggunya di pasar hewan minahasa. Hutan Nantu yang seluas 31.000 hektar hanya  dijaga  enam polisi  setiap harinya di tempat tersebut.

James kumolontang, staf lapangan Yani mengatakan harga daging babi rusa  di pasar tradisional minahasa berkisar Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram. Perlu peran serta dari semua golongan masyarakat Untuk menjaga babi rusa tetapa lestari di alamnya. Harga per kilogram daging babi rusa tersebut sungguh tidak sebanding bila dibandingkan dengan hilangnya satwa endemik dari pulau Sulawesi, bahkan dari Indonesia.

Selamatkan fauna Indonesia!

Sumber: Kompas 30 maret 2011



Leave a Reply