“Pelatihan Penandaan Burung di Pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta”

 

Nafas lega tanpa terasa segera terhembus ketika kereta api yang kami tumpangi memasuki  stasiun Lempuyangan, persinggahan terakhir kereta api Progo yang membawa kami dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sembari meluruskan kaki yang masih terasa pegal, kami memeriksa kembali semua perlengkapan yang  kami bawa dari Bogor.

Beberapa saat kemudian teman-teman pengamat burung Jogja datang dan mengajak kami untuk segera memasuki bus yang akan membawa kami menuju lokasi kegiatan. Pantai Trisik yang berada dlam wilayah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menjadi lokasi kegiatan pelatihan pengenalan penandaan burung. Sebelum menuju lokasi kami menyempatkan diri untuk sarapan pagi di sebuah warung yang tidak terlalu jauh dari stasiun Lempuyangan, yang membuat warung ini menarik adalah harga makanannya yang murah apabila dibandingkan dengan Jakarta atau Bogor.

Kami tiba di sebuah rumah milik penduduk sekitar sekitar pukul 12.30, rumah ini akan menjadi  basecamp kami selama kegiatan pelatihan. Malam pertama kami lewatkan dengan acara perkenalan dan penjelasan mengenai penandaan burung dari Mbak Noni, Bu Yeni dan Mas Londo. Setelah pemaparan materi selesai kami langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan menentukan lokasi pemasangan net (jaring perangkap burung) untuk keesokan harinya.

Pemasangan net berjalan lancar walaupun memakan waktu yang cukup lama, karena baru pertama kali melakukan pemasangan bersama sehingga koordinasi masih belum sempurna. Suasana panas yang menyengat sempat meyurutkan semangat kami selama melaksanakan kegiatan pelatihan, namun seringnya net yang kami pasang menjerat burung-burung di sekitar pantai Trisik menimbulkan semangat baru.

Pemasangan net

Pelatihan pengenalan teknik penandaan burung yang berlangsung selama hampir seminggu berhasil menandai burung sebanyak 147 individu dengan 17 individu yang berbeda. Burung gereja menjadi primadona pada pelatihan kali ini, karena banyaknya burung jenis ini yang tertangkap.

melepaskan burung yang terjaring
Pengukuran panjang kepala burung

Kegiatan pelatihan tidak hanya dilakukan pada burung passerine saja, namun juga dilakukan pada burung pantai. Kegiatan penandaan burung pantai dilakukan pada malam hari, ketika burung sedang beristirahat. Pemasangan net dilakukan di areal persawahan milik petani yang sudah di panen, ratusan burung pantai sering mengunjungi sawah untuk mencari makan.

Pemasangan net untuk menangkap burung pantai lebih sulit daripada passerine, karena lokasi pemasangan yang berlumpur dan terpaan angin yang sangat kencang. Selain pemasangan net yang lebih berat, tantangan lain yang harus dilalui oleh peserta pelatihan adalah melawan rasa kantuk yang terus mendera selama kegiatan. Pemeriksaan net yang telah terpasang dilakukan setiap satu jam sekali. Walaupun tidak sesukses burung passerine, penandaan burung pantai memberikan pengalaman tersendiri bagi kami. Berkik Ekor-lidi (Gallinago stenura) merupakan satu-satunya burung pantai yang berhasil kami tangkap dan tandai (Surahmat).

 

One Comment

Leave a Reply