Pusat Latihan Satwa Khusus

Berbicara masalah kelesarian satwa tidak akan lepas dari yang namanya lembaga  konservasi. Lembaga konservasi memiliki tanggung jawab penting dalam kegiatan konservasi  satwa-satwa yang ada di Indonesia. Ada beberapa alasan yang mendasari diperlukannya lembaga ini. Sifat sebagian manusia yang tidak selaras dengan alam bisa menjadi suatu ancaman terhadap kelestarian satwa. Pembalakan hutan, perburuan liar, pembukaan lahan hutan adalah serangkaian kegiatan manusia yang bisa mengakibatkan  kepunahan satwa-satwa yang ada di dalamnya. Karena hal seperti itulah sehingga  diperlukan suatu lembaga yang bisa mencegah ataupun mengurangi dampak tersebut.

Dalam peraturan Menteri Kehutanan No:P.53/menhut-II/2006, dijelaskan bahwa lembaga konservasi adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan satwa liar di luar habitatnya (eksitu). Fungsi dari lembaga ini untuk pengembangbiakan dan penyelamatan tumbuhan dan satwa dengan tetap menjaga kemurniaan jenis guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya. Lembaga konservasi yang ada di Indonesia di antaranya kebun binatang, Taman safari, Taman Satwa Khusus, Pusat Latihan satwa khusus, Pusat Penyelamatan satwa,Pusat Rehabilitasi Satwa, Museum Zoologi, Kebun Botani, Taman Tumbuhan Khusus, dan Herbarium.

Salah satu lembaga konservasi yang ada di Indonesia adalah Pusat Latihan Satwa khusus. Di dalam Peraturan Menteri Kehutanan No:P.53/Menhut-II/2006 tentang lembaga konservasi Bab I Pasal 1 dijelaskan bahwa pengertian Pusat Latihan Satwa khusus adalah lembaga konservasi yang memelihara jenis-jenis satwa khusus (terdiri dari satu kelas atau jenis tertentu). Tentu saja Satwa yang biasa berada di lembaga konservasi ini adalah satwa yang memiliki potensi kemampuan untuk dilatih.

Di Indonesia terdapat beberapa pusat latihan satwa khusus diantaranya pusat latihan gajah yang berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung. Disini gajah-gajah liar dilatih agar dapat dimanfaatkan baik untuk rekreasi maupun untuk sarana transportasi atau tujuan tertentu,misalnya untuk berwisata safari ke hutan.Mungkin di tempat ini pengunjung akan melihat suatu pertunjukan gajah –gajah atau kegiatan yang lainnya. Selain di Way Kambas, terdapat juga pusat latihan gajah Sebalat di Bengkulu dan Minas, Riau.

Dengan beradanya satwa satwa khusus seperti gajah di lembaga konservasi ini,  kelestarian satwa tersebut akan lebih terjamin. Keberadaan lembaga ini akan  mencegah kepunahan satwa tersebut, di banding dengan di alam liar sendiri. Faktor pengerusakan hutan, pembalakan hutan, perburuan liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggug jawab, menyebabkan satwa-satwa tersebut akan lebih rawan punah. Sehingga perlu adanya kebijakan untuk mencegah kepunahan satwa tersebut dan salah satunya adalah dengan mendirikan pusat latihan satwa khusus.

Tentu saja pendirian pusat latihan satwa haruslah memenuhi kelayakan, baik dari segi kelayakan pemeliharaan  maupun tempatnya. Semua yang ada di lembaga konservasi ini harus memungkinan kelangsungan hidup satwa  itui sendiri.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalampendirian pusat latihan satwa khusus diantaranya:

a)   Koleksi satwa terdiri dari satu kelas atau jenis tertentu, baik yang dilindungi undang-undang atau ketentutuan Convention of International Trade on Endangered Spesies of Flora Fauna (CITES).

b)  Memiliki lahan seluas sekurang-kurangnya 1 (satu) hektar.

c)   Memiliki ketersediaan sumber air dan pakan yang cukup

d)  Memiliki sarana pemeliharaan satwa, antara lain : kandang pemeliharaan, kandang perawatan, kandang karantina, dan sarana prasarana pelatihan satwa, dan pengelolaan satwa;

e)  Memiliki kantor pengelola dan sarana informasi pengunjung

f)   Tersedia tenaga kerja sesuai bidang keahliannya antara lain dokter hewan, ahli biologi atau konservasi, kurator, perawat, pelatih dan tenaga keamanan.

Mungkin dalam pemikiran yang lain pusat latihan satwa khusus bisa saja merenggut hak satwa liar seperi hak  gajah itu sendiri untuk hidup bebas secara liar di alamnya. Sebuah persoalan yang mungkin muncul antara kepentingan manusia dengan hak satwa tersebut. Di sisi lain pusat latihan satwa pun bisa memiliki peran penting dalam mempertahankan kelestarian satwa-satwa. Seandainya pengrusakan hutan dan perburuan liar terhadap satwa tersebut tidak bisa dihentikan, lembaga konservasi ini akan menjadi tempat terakhir bagi kelangsungan jenis satwa tersebut.

 

 

Sumber:

http://bbksdajatimwil1.wordpress.com/informasi-pemanfaatan-tumbuhan-dan-satwa-liar/informasi-lembaga-konservasi-lk/permenhut-berkaitan-dengan-lembaga-konservasi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Latihan_Gajah_Sebelat

 

This Post Has 2 Comments

  1. lisa says:

    sebenarnya bukan ke komentar pak/buk.. namun lebih ke pertanyaan
    adakah acara yang diselenggarakan oleh uni konservasi fauna ini berkaitan dengan workshop, temu wicara, atau semacam seminar seperti itu??? terutama untuk kalangan mahasiswa, mengingat disini peran mahasiswa bisa sangat dalam menggalakkan aksi konservasi di negara kita. berawal dari hal yang kecil, bisa menjadi hasil yang besar…
    mohon balasannya ya pak/buk..terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply