Dragonfly (Odonata : Anisoptera)

Odonata terbagi menjadi dua Sub Ordo, yaitu Anisoptera atau capung (Dragonfly) dan Zigoptera atau capung jarum (Dumselfly). Kedua sub ordo ini memiliki bentuk tubuh dan perilaku yang sangat berbeda. Pada artikel ini akan di bahas lebih spesifik mengenai Dragonfly.

Siklus Hidup

Dragonfly mengalami metamorfosis yang tidak sempurna. Dari telur dia menetas menjadi  nimfa, dan kemudian menjadi capung dewasa. Dalam sekali siklus hidup capung dari telur hingga mati dewasa antara enam bulan hingga maksimal enam atau tujuh tahun. Masa hidup paling lama dilalui pada fase larva. Umur capung dewasa cukup singkat, maksimal selama empat bulan.

Capung yang juga dapat menjadi bioindikator perairan bersih ini ada yang hidup di perairan tenang dan ada yang hidup di perairan deras sekalipun. Mereka membutuhkan perairan untuk meletakkan telur-telurnya. Selama dalam fase telur hingga nimfa mereka hidup dalam air menggunakan insang internal yang berada di dalam rektumnya di ujung perut.

 

Daerah Jelajah dan Kemampuan Terbang

Daerah jelajah capung bervariasi, dari daerah jelajah yang sempit dan terbatas hingga dapat bermigrasi sejauh 18000 kilometer (anderson 2009). Migrasi capung dapat terjadi dengan bantuan badai atau angin kencang.

Capung memiliki kemampuan terbang yang menakjubkan. Bentuk sayapnya memungkinkannya untuk melakukan berbagai macam manufer. Dengan jumlah kepakan sayap 30-50 per detik, capung dapat terbang diam, maju, ke atas, samping, menukik, bahkan mundur.

The real Dragon

Meski terlihat lucu dan indah, capung adalah serangga yang ganas. Capung adalah predator semenjak nimfa hingga imago. Sebelum fase dewasa nimfa capung memangsa plangton dan hewan hewan kecil di air, bahkan juga anak ikan. Pada fase Imago capung memangsa serangga-serangga lain, bahkan kadang capung juga bersifat kanibalisme dengan memangsa capung lain yang ukuran tubuhnya lebih kecil.

Dengan kaki-kakinya dan rahang yang kuat, serta kecepatan terbang yang tinggi capung dapat menangkap dan memangsa berbagai jenis serangga lain. Serangga-serangga kecil seperti lalat dan nyamuk yang sering kali menjadi biang permasalahan dalam dunia kesehatan, serta wereng hama yang umum dijumpai pada area pertanian padi merupakan mangsa capung. Bahkan capung juga menjadi ancaman bagi serangga yang ukuran fisiknya lebih besar seperti kupu kupu.

 

Masih banyak lagi hal menarik yang dapat di pelajari tentang capung. Dengan meningkatkan kepekaan dan kepedulian kita pada lingkungan sekitar kita, maka akan banyak hal-hal tak terduga yang dapat kita jumpai.

This Post Has 2 Comments

  1. mahardikagama says:

    Capung, sang predator generalis :)

Leave a Reply