dieng 2
Foto : Hery Sudarno

Di bongkahan batu rompal, terpahat

seekor belibis yang menangis.

Garit semburat

melesakkan maut yang amis.

 

Seseorang menatap lekap-lekap,

memindai tera di udara,

merupa hawa,

dan langit terhisap.

 

Di candi yang rumpang itu,

gema menggaungkan saat

di abad yang kelu

di antara abjad yang sekarat.

 

Kakawin melantun lesu.

 

Pernah seorang Kawi

semadhi

menerakan guru lagu,

perih yang merdu.

 

Suralaya,

tangga ufuk,

palka cakrawala,

kodrat yang remuk.

 

Di batu rompal

ada yang sakral

ada yang tak terbingkai

akal.

 

2014

Leave a Reply