ujwc 1

Kelak nasib lingkungan ada di tangan mereka. Kepedulian dan rasa cinta yang telah tertanam menjadi pembimbingnya untuk memilih keputusan yang benar. Merekalah Siswa-siswi kelas 5 SD N Cibunar, Sukabumi Jawa barat dengan senyum polos dan rasa penasaran yang sangat tinggi, pahlawan lingkungan yang nantinya akan menjadi pemangku di kawasan Taman Nasonal Gunung Gede Pangrango. Mengingat lokasi tempat mereka tinggal dekat dengan taman nasonal yang sudah berdiri sejak 34 tahun yang lalu.

UKF Join With Children (UJWC) merupakan kegiatan pendidikan lingkungan dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap satwa serta habitatnya. Pendidikan lingkungan yang dapat dikategorikan penting ini terkadang luput untuk diberikan kepada siswa-siswi, baik secara teori maupun praktek langsung ke lapang,hal tersebutlah yang melatarbelakangi SD N 3 Cibunar sebagai lokasi UJCW tahun ini.

UJWC 2014 terlaksana pada tanggal 19 April, 26 April, 10 Mei, dan 17 Mei. Hari pertama dimulai dengan bermain tebak-tebakan dan pre test. Pre test serta post test diadakan setiap pertemuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan. Materi Bersih itu indah adalah materi yang disampaikan pada hari pertama, pemaparan yang interaktif serta pembuatan langsung tempat sampah organik dan non organik. Diharapkan dengan terjun langsung dalam pengecatan tempat sampah, para siswa dapat menjaganya dengan baik serta mulai belajar untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Didamping oleh beberapa kakak dari UKF, cat-cat yang berwarna indah, serta imajinasi mereka dalam berkarya, tong tong bekas seakan disulap menjadi tempat sampah yang menarik.

Ketika sampah terbuang dengan sembarangan kemudian masuk ke dalam badan air, pencemaran air akan terjadi. Akhirnya penyakit bermunculan, ekosistem perairan terganggu, dan mungkin bencana seperti banjir akan terjadi. Sehingga pemaparan tentang air juga dimasukkan di pertemuan pertama melalui pemutaran video. Video berjudul “Petualangan ke negeri Air bersama Banyu” ini menceritakan tentang pentingnya air bagi semua makhluk hidup beserta dampak yang terjadi jika air tercemar. Untuk lebih memahami makna dari film tersebut, beberapa siswa berkesempatan untuk menginterpretasi video di depan kelas.

ujwc 2Setelah sampah dan air yang terkait dengan kebersihan lingkungan, pada minggu kedua dijelaskan tentang makhluk hidup yang menghuni lingkungan selain manusia dan tumbuhan. Yaitu pengenalan hewan secara keseluruhan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar. Seperti mamalia, burung, ikan, reptil dan amphibi. Permainan menebak satwa salah satu moment yang menyenangkan. Perwakilan salah satu siswa dari satu kelompok bebas mengekspresikan gerakannya untuk kemudian ditebak oleh teman lainnya. Melempel di tembok untuk mengekspresikan cicak, mengayuhkan kedua tangannya seperti burung, atau bahkan bergeliat di tanah seperti ular yang sedang melata. Foto serta animasi menarik tidak lupa ditayangkan saat memaparkan lebih jelas tentang satwa yang jarang mereka lihat sehari-hari seperti orangutan, kancil, buaya dan masih banyak lagi. video tentang satwa juga terputar untuk memperkuat pemahaman para pahlawan lingkungan tersebut

Materi tentang ekosistem pada minggu ke tiga disampaikan di luar kelas, tepatnya di kawasan situ gunung. Antusias siswa-siswi tercermin di wajahnya. Gerakan mereka sangat bersemangat meskipun medan menuju Tegal Bungbuay, tempat kita berkumpul cukup licin dan menanjak. Lingkaran besar tercipta oleh deretan para siswa dan beberapa saat kemudian telah berpencar menjadi empat kelompok. Pemberian materi tentang ekosistem dan jarring-jaring makanan per kelompok oleh kakak pendamping diharapkan akan lebih efektif. Salah satu manfaat dari belajar di ruang terbuka adalah ilustrasi dari setiap komponen ekosistem seperti biotik atau abiotik dengan mudah ditemukan langsung. Suasana pun terlihat berbeda jika dibandingkan dengan belajar di dalam kelas.

IMG_1415Materi telah tersampaikan. Dan selanjutnya adalah pengamatan langsung tentang ekosistem hutan yang ada disekitar mereka. Jalur yang dipilih adalah jalur yang menuju Curug Sawer bersama kakak-kakak pendamping setiap kelompok. Selama perjalanan, pemaparan disampaikan lebih jelas tentang ekosistem beserta satwa-satwa yang hidup di dalamnya. Binokuler tiap kelompok sangat berguna ketika ingin melihat burung-burung yang beterbangan. Pahlawan-pahlawan lingkungan ini juga bersedia saat diminta untuk mengambil sampah selama perjalanan. Sesampainya di Curug Sawer rombongan tiap kelompok beristirahat dan bermain tentang jaring-jaring makanan dengan bantuan kertas bergambar. Setelah dirasa cukup istirahatnya, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Cinumpang. Semangat mulai hilang berganti keringat yang bercucuran. Beberapa anak langsung merebahkan badannya di rerumputan ketika sampai di Cinumpang. Ada juga yang masih berlarian kesana kemari.

Acara selanjutnya adalah permainan puzzle setelah sebelumnya bolu pisang menganjal perut mereka. Hadiah yang ditawarkan, Kekompakan dalam memutar balikkan kepingan puzzle, serta rasa penasaran dengan gambar yang akan muncul membuat mereka berlomba dalam menyusun puzzle tersebut. Puzzle tersebut menggambarkan berbagai ekosistem yang ada di alam. Seperti ekosistem pantai, hutan bakau, dan juga terumbu karang. Perwakilan setiap kelompok menceritakan apa yang tergambar di puzzle mereka mulai dari apa yang terlihat, hingga analisis sederhana tentang ekosistem tersebut.

UJWC minggu terakhir diikuti oleh banyak panitia. Meskipun tejadi sedikit kesalahan teknis di lapang, kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pengulasan kembali tentang tiga materi sebelumnya menjadi pembukaan kegiatan hari terakhir itu. Dilanjutkan dengan senam aerobic bersama-sama untuk menambah kebugaran serta semangat para siswa. Makanan yang mereka bawa disantap setelah aerobic selesai. Mereka saling berbagi dan mencicipi makanan satu sama lain.

Permainan selanjutnya adalah caterpillar. Kaki mereka saling terikat dan harus mencapai tujuan dengan cepat. Lalu materi terakhir dengan presentasi melalui laptop disampaikan setelah puas bermain. Setelahnya para siswa bebas berkreasi dengan menuangkan ide hasil materi yang disampaikan melalui gambar-gambar.

Tak terasa empat materi besar tentang sampah dan air, satwa, ekosistem, dan satwa dan habitatnya telah tersampaikan dengan baik dalam empat kali pertemuan. Hasilnya adalah bertambahnya ilmu dan kesadaran tentang pentingnya lingkungan oleh para siswa, serta mereka juga mampu melakukan upaya konservasi sederhana seperti memilih sampah yang akan dibuang, dan menjaga kelestarian ekosistem di sekitar.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bank BRI yang telah mensponsori kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar. Juga kepada Rakata, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hidup Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung(PJLKKHL), dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Leave a Reply