PULAU LAKI, SEBUAH PULAU BIODIVERSITAS YANG TERABAIKAN

PULAU LAKI, SEBUAH PULAU BIODIVERSITAS YANG TERABAIKAN

Nadhifa Trihapsoro, DKB-UKF 11 21-24 Juli 2014 Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Pulau Laki, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang masih masuk gugus Kepulauan Seribu. Aku pergi kesana bersama seorang teman dan senior-senior dari Unit Kegiatan Mahasiswa Uni Konservasi fauna yang totalnya berjumlah 7 orang termasuk aku dalam rangka eksplorasi keanekaragaman fauna dikarenakan minimnya data mengenai fauna khususnya fauna perairan dan burung yang berada di pulau tersebut, sekalian juga untuk memperkaya skill dan pengalaman kami para angkatan baru. Meski terkesan ilmiah, buatku perjalanan ini merupakan suatu rekreasi tersendiri. Secara umum, pulau kecil (sekitar 1,5 hektar) yang tidak berpenghuni ini merupakan pulau yang terselimuti oleh hutan tanaman dataran rendah dan pantai berpasir pada sisi selatan dan hutan bakau (mangrove) pada sisi lainnya. Menurut nelayan setempat pulau tersebut dulunya merupakan tempat wisata yang dikelola oleh seseorang, akan tetapi karena suatu masalah pulau tersebut akhirnya diserahkan ke TNI AL, dibiarkan tidak berpenghuni hingga sekarang ini. Karena dulunya merupakan tempat wisata, di pulau ini masih tersisa...
Read More

Membangun Tim Pendidikan yang Uhuy

Pada dasarnya setiap individu harus mengajarkan suatu hal yang baik kepada individu lainnya. Dalam berorganisasi maka angkatan yang sebelumnya wajib untuk mengajarkan menularkan seluruh kemampuan dan kebudayaan organisasi itu. Banyak kejadian dimana proses tersebut menjadi tidak berjalan dengan baik karena cara untuk menyalurkan yang kurang tepat. Sehingga perlu diadakan sebuah pelatihan bagaimana cara mentransfer hal-hal baik tersebut supaya dapat diterima anggota baru dengan baik dan menyenangkan. Usaha yang dilakukan oleh Uni Konservasi Fauna adalah dengan membentuk tim pendidikan. Tim pendidikan inipun dirasa masih kurang cakap untuk melakukan tanggung jawab yang cuku bsar tersebut. Maka langkah yang diambil adalah dengan memberikan pendidikan dahulu pada tim pendidikan agar menjadi pendidik yang ideal. Salah satu kegiatan untuk mewujudkan itu adalah TOT (Training Of Trainer). TOT merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan silabus pendidikan yang akan disampaikan ke angkatan baru. Kegiatan ini juga melatih tim pendidikan terbiasa dengan suasana mendidik. Disamping itu juga memberikan gambaran bagaimana cara untuk membuat kegiatan yang cukup menguras otak menjadi kegiatan...
Read More
OLIMPIADE LINGKUNGAN 2016

OLIMPIADE LINGKUNGAN 2016

PRESS RELEASE OLIMPIADE LINGKUNGAN 2016 24 September 2016 Audit GMSK, IPB Olimpiade Lingkungan 2016 merupakan Olimpiade tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Uni Konservasi Fauna (UKF), IPB. Acara ini diadakan pada tanggal 24 September 2016 di Audit Gizi Masyarakat dan Sains Komunikasi (GMSK). OL 2016 merupakan kegiatan tahunan yang mengangkat tema dan isu-isu terkait konservasi dan lingkungan. Acara ini didukung oleh kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Olah Raga (Kemepora), papa ron’s, green co, dan kebab. Tema yang diangkat tahun ini adalah Pemanfaatan dan Perdagangan Satwa Liar. Pembukaan dimulai pukul 08.20 WIB dengan tarian daerah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sutan Noor Akbar selaku ketua pelaksana OL 2016 dan dilanjutkan oleh Irma Hermawanti selaku ketua umum UKF. Sambutan ini berisi mengenai latar belakang UKF melaksanakan kegiatan olimpiade lingkungan dan urgensi konservasi di dunia, terutama di Indonesia. Pembukaan dibuka langsung oleh pembimbing UKM UKF, Bapak Dr. Ir. Jarwadi B Harwono, S Hut. Peserta OL 2016 terdiri dari pelajar se-Jawa-Bali-Lampung yang meliputi...
Read More

Conservation Program for Children

Conservation Program for Children Day-1 Conservation Program for Children akhirnya dimulai! Hari pertama pada Sabtu, 16 April 2016 berlangsung ramai. Sejumlah 65 siswa kelas 5 SDN Sindangsari diajak bermain sambil belajar tentang lingkungan dan habitat. Pemateri utamanya adalah Nalia Yustika Indani, yang dengan akrab dipanggil Kak Nal. Selain dibawakan cerita yang mengajak aktif anak-anak tentang habitat satwa, anak-anak juga diajak membuat karya dari kertas-kertas bekas, dengan cara menggunting dan menempel kertas-kertas bekas tersebut kemudian membuatnya menjadi sebuah gambaran habitat. Day-2 Hari kedua CPC 2016 dilaksanakan pada Sabtu, 23 April 2016. Hari itu materi utamanya adalah sampah. Pemateri, yakni Nadhifa Trihapsoro membawakan sebuah cerita petualangan mengunjungi sebuah pulau. Cerita itu mengisahkan seorang pahlawan sampah bernama Trashboy dan temannya Cleanboy (dari peserta) memerangi Raja Sampah. Ketika pertama kali melawan, Trashboy dan Cleanboy kalah. Namun untuk kedua kalinya dengan jurus 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Raja Sampah akhirnya terkalahkan. Pemateri juga menyelipkan cerita-cerita tentang bahaya sampah bagi satwa, serta pemilahan sampah-sampah. Anak-anak kelas 5 SDN Sindangsari mengikuti...
Read More
Konservasi Alam dan Selembar Daun

Konservasi Alam dan Selembar Daun

Memahami konservasi alam bisa dengan menghayati bagaimana ritus selembar daun yang  jatuh. Peluruhan yang wajar itu patut untuk kita  pertimbangkan sebagai proses yang tidak saja alamiah, namun menyiratkan sebuah rancang bangun sistem gagasan yang bisa kita jadikan bingkai bagaimana alam bisa disikapi atau sekurang-kurangkanya kita maknai dalam hati. Daun yang jatuh, tentu saja keniscayaan yang sering kali kita saksikan dalam kehidupan kita. Barangkali kita telah menganggapnya sebagai sesuatu yang banal, realitas yang biasa dan mendekati kedangkalan atau miskin makna. Namun, apabila keniscayaan yang hadir tersebut kita cermati dengan penuh nalar, sebagaimana Socrates menasihatkan pada murit-muritnya untuk senantiasa menelaah segala hal, akan memberi kita satu pemahan yang begitu sublim.   Sebelum daun jatuh, ia telah melalui suatu prosesi fisiologis dan ekologis sekaligus. Ia telah berupaya dengan potensinya dirinya untuk terlibat dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tetumbuhan. Daun memiliki usia, ia terhimpun dalam waktu. Ia tersusun atas sel-sel yang kukuh sekaligus rapuh. Kukuh, karena ia berupaya dengan daya. Rapuh karena ia juga rentan terhadap...
Read More