Betet Biasa : Biasa Ditemui di Kampus IPB

Betet Biasa : Biasa Ditemui di Kampus IPB

Betet biasa (Psittacula alexandri) merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok dari famili psitticidae. Burung seukuran kutilang yang memiliki warna hijau di sebagian besar tubuhnya dan warna merah muda di bagian dada ini memiliki suara yang berat dan senang bersuara di sepanjang aktifitasnya. Betet membuat sarang di batang pohon dengan membuat lubang yang besarnya seukuran tubuh mereka. Betet biasanya berkumpul pada satu pohon tertentu untuk makan atau menelisik bulu. Betet biasa atau yang lebih dikenal dengan betet jawa tersebar di India, Cina Selatan, Asia Tenggara, dan Sunda Besar (MacKinnon, 1993). Betet dapat ditemukan di daerah kaki gunung dan dataran rendah. Habitat alami yang sering ditempati betet adalah hutan di kaki bukit, hutan sekunder, hutan mangrove, hutan dataran rendah yang berdekatan dengan daerah pertanian, perkampungan, dan perkotaan. Di Kampus IPB Dramaga, betet jawa tersebar di sekitar Arboretum Fahutan, tegakan sengon, hutan cikabayan, komplek penangkaran rusa, komplek asrama sylva, komplek tanaman kelapa sawit, dan komplek kebun salak yang berada di samping asrama putri...
Read More
Migrasi Burung Air : Alasan dan Faktanya

Migrasi Burung Air : Alasan dan Faktanya

           Menurut Konvensi Ramsar, burung air merupakan jenis burung yang ekologinya bergantung pada lahan basah seperti rawa payau, lahan gambut, perairan tergenang, perairan mengalir, dan wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari 6 meter. Burung ini memiliki ciri-ciri kaki dan paruh panjang yang memudahkannya untuk berjalan dan mencari makan di sekitar air; contohnya bangau, kuntul, trinil, dan cerek.            Burung air dikelompokkan menjadi dua, burung penetap dan burung migran. Perbedaannya, burung penetap berkembang biak di tempat dia mencari makan dan tinggal sedangkan burung migran tidak akan berkembang biak di daerah migrasinya. Burung air migran biasanya terdapat di negara yang memiliki empat musim atau yang perbedaan musimnya mencolok. Biasanya, burung air yang bermigrasi ini berada di belahan bumi utara seperti Rusia, Cina, Siberia, dan Alaska. Saat musim dingin terjadi di daerah asalnya, burung ini akan bermigrasi ke belahan bumi selatan yang lebih hangat. Salah satu tujuannya adalah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.      ...
Read More
Mencincin Burung Jogja

Mencincin Burung Jogja

“Pelatihan Penandaan Burung di Pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta”   Nafas lega tanpa terasa segera terhembus ketika kereta api yang kami tumpangi memasuki  stasiun Lempuyangan, persinggahan terakhir kereta api Progo yang membawa kami dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sembari meluruskan kaki yang masih terasa pegal, kami memeriksa kembali semua perlengkapan yang  kami bawa dari Bogor. Beberapa saat kemudian teman-teman pengamat burung Jogja datang dan mengajak kami untuk segera memasuki bus yang akan membawa kami menuju lokasi kegiatan. Pantai Trisik yang berada dlam wilayah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menjadi lokasi kegiatan pelatihan pengenalan penandaan burung. Sebelum menuju lokasi kami menyempatkan diri untuk sarapan pagi di sebuah warung yang tidak terlalu jauh dari stasiun Lempuyangan, yang membuat warung ini menarik adalah harga makanannya yang murah apabila dibandingkan dengan Jakarta atau Bogor. Kami tiba di sebuah rumah milik penduduk sekitar sekitar pukul 12.30, rumah ini akan menjadi  basecamp kami selama kegiatan pelatihan. Malam pertama kami lewatkan dengan acara perkenalan dan penjelasan mengenai penandaan burung dari Mbak Noni, Bu Yeni...
Read More
‘Burung pantai’ di  Sawah Baru

‘Burung pantai’ di Sawah Baru

Minggu pagi (5 februari 2012) kami berenam melakukan pengamatan burung di Sawah Baru. Sawah Baru merupakan areal persawahan di sekitar kampus IPB, tepatnya sebelah timur kampus IPB Darmaga. Sebelumnya kami mendapat informasi tentang adanya burung pantai yang bentuknya mirip dengan trinil dari salah satu rekan kita sebut saja bang ucok, kemudian kami penasaran untuk melakukan pengamatan di lokasi tersebut. Sekitar jam 7 pagi kita berangkat, lokasi dapat ditempuh selama 10 menit dari shelter Uni Konservasi Fauna (UKF-IPB). Kami berenam memulai pengamatan di areal persawahan di lahan percobaan departemen agronomi dan hortikultura-IPB. Kami hanya menemukan segerombolan burung gereja dan bondol yang sedang sibuk mencari makan. Sedikit pesimis untuk menemukan burung yang sedang kami incar yaitu sejenis trinil. Sekitar 15 menit melakukan pengamatan dengan berkeliling di lokasi tersebut, kami pun pindah ke blok persawahan sebelah benteng air. Ketika kami berada di atas punggungan benteng air, seekor sri gunting batu (Dicrurus paradiseus) terbang melintas ke arah perumahan Darmaga Regency. Sri gunting batu dapat dikenali...
Read More
Ratusan Burung Pemangsa Terlihat di IPB

Ratusan Burung Pemangsa Terlihat di IPB

“Monitoring Migrasi Burung Pemangsab di Kampus IPB Darmaga” Awal Oktober yang lalu mas Asman A. Purwanto yang saat itu sedang berada di Thailand menanyakan kabar mengenai kegiatan pemantauan migrasi burung pemangsa. Pertanyaan tersebut sontak membuatku kaget, bagaimana tidak berpikir mengenai migrasi burung pemangsa pun belum terlintas dalam pikiranku. Migrasi burung pemangsa merupakan siklus rutin yang terjadi pada penghujung tahun, ketika daerah tempat tinggal burung pemangsa mengalami musim dingin. Jenis burung pemangsa yang umum tercatat melewati Bogor adalah Sikep Madu Asia, Elang Alap Cina dan Elang Alap Jepang. Kita dapat melihat ratusan ekor burung pemangsa dalam momen itu, jadi sangatlah sayang apabila dilewatkan. Kata-kata yang diucapkan oleh mas Asman itulah yang membuatku bersemangat untuk melakukan kegiatan pengamatan migrasi burung pemangsa. (more…)...
Read More
BURUNG PERKOTAAN

BURUNG PERKOTAAN

Burung merupakan salah satu satwa yang sangat sering dijumpai dan mempunyai posisi penting sebagai salah satu kekayaan satwa Indonesia. Dalam ekosistem, burung mempunyai peranan yang cukup penting, diantaranya adalah membantu mengontrol populasi serangga, membantu penyerbukan bunga dan pemencaran biji. Selain itu, burung merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki nilai tinggi, baik ditinjau dari segi ekologis, ilmu pengetahuan, ekonomis, rekreasi, seni dan kebudayaan. Bahkan dapat dikatakan bahwa burung merupakan satwaliar yang paling dekat dengan lingkungan manusia. Dengan demikian kehadiran satwaliar ini di lingkungan hidup manusia perlu dilestarikan. . Sifatnya yang kosmopolit  memungkinkan burung dapat dijumpai di berbagai macam tipe habitat, termasuk di perkotaan. Pada prinsipnya burung dapat berdampingan hidup dengan masyarakat kota asalkan syarat kebutuhan hidupnya terpenuhi, seperti habitat yang memadai dan aman dari berbagai bentuk gangguan. Burung-burung yang hidup liar dalam kota sering disebut dengan burung perkotaan. Kehadiran burung di kota bukan tanpa makna. Hal ini dapat dikaji melalui jaringan makanan (food web) yang dilalui dalam ekosistem alam yang membentuk...
Read More
12