Kampanye Kukang Bersama UKF dan IAR Indonesia

Kampanye Kukang Bersama UKF dan IAR Indonesia

                       Wajah yang lucu dan gerak tubuhnya yang tampak malu-malu membuat primata yang memiliki nama latin Nycticebus sp. ini terlihat menggemaskan, sehingga kerap menjadi satwa peliharaan kesayangan manusia. Satwa yang aktif di malam hari ini dikenal di Indonesia dengan nama kukang atau malu-malu. Apabila dilihat dari persebarannya, terdapat tiga jenis kukang Indonesia, yaitu kukang jawa, kukang kalimantan dan kukang sumatera. Secara alami, jenis-jenis kukang dapat dijumpai di tipe habitat hutan dan kebun (talun). Banyak orang salah mengira bahwa kukang sama dengan kuskus, dan kerap dijual dengan nama kuskus padahal keduanya berbeda. Lain halnya dengan kuskus, kukang memiliki mata yang berukuran besar dan pola rambut pada bagian kepalanya menyerupai garpu, selain itu kukang tidak memiliki ekor. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa kukang merupakan satwa dilindungi di Indonesia berdasarkan PP No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, yang juga diakui secara internasional memiliki status rentan (vulnerable)...
Read More
Kukang di indonesia : di tengah maraknya perdagangan (gelap) satwa

Kukang di indonesia : di tengah maraknya perdagangan (gelap) satwa

Kukang adalah jenis mamalia yang termasuk dalam sub-ordo porismian dari ordo primate. Di dunia terdapat lima jenis kukang, yaitu Kukang sumatera (Nycticebus coucang), Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Kukang Bengal (Nycticebus bengalensis), Kukang Pygmi (Nycticebus pygmeus). Semuanya memiliki kesamaan seperti mata yang besar, namun masih dapat dibedakan dari ukurannya, berat, tanda garis pada muka serta susunan warna atau kolorasi dan kemungkinan juga dari perilaku ( U. Streicher dalam komunikasi pribadi). Ancaman kepunahan kukang bukan hanya karena hutan tempat tinggal mereka yang berkurang. Ancaman terbesar datang dari perdagangan satwa (Sheperd 2010). Kukang dijual bebas di pasar-pasar hewan, pinggir jalan raya, bahkan dipusat-pusat pertokoan secara terbuka. Terlihat di sini bahwa kegiatan perdagangan satwa sedikit banyak mendapat andil dari pengetahuan masyarakat yang minim mengenai perlindungan satwa. Ini justru menunjukkan bahwa masyarakat bisa ikut secara langsung membantu upaya perlindungan terhadap kukang. Disbanding dengan penyusutan hutan yang tidak bisa langsung dicegah oleh publik, perdagangan satwa liar sangat mungkin dikurangi jika faktor pentingnya, yaitu...
Read More
Pusat Latihan Satwa Khusus

Pusat Latihan Satwa Khusus

Berbicara masalah kelesarian satwa tidak akan lepas dari yang namanya lembaga  konservasi. Lembaga konservasi memiliki tanggung jawab penting dalam kegiatan konservasi  satwa-satwa yang ada di Indonesia. Ada beberapa alasan yang mendasari diperlukannya lembaga ini. Sifat sebagian manusia yang tidak selaras dengan alam bisa menjadi suatu ancaman terhadap kelestarian satwa. Pembalakan hutan, perburuan liar, pembukaan lahan hutan adalah serangkaian kegiatan manusia yang bisa mengakibatkan  kepunahan satwa-satwa yang ada di dalamnya. Karena hal seperti itulah sehingga  diperlukan suatu lembaga yang bisa mencegah ataupun mengurangi dampak tersebut. Dalam peraturan Menteri Kehutanan No:P.53/menhut-II/2006, dijelaskan bahwa lembaga konservasi adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan satwa liar di luar habitatnya (eksitu). Fungsi dari lembaga ini untuk pengembangbiakan dan penyelamatan tumbuhan dan satwa dengan tetap menjaga kemurniaan jenis guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya. Lembaga konservasi yang ada di Indonesia di antaranya kebun binatang, Taman safari, Taman Satwa Khusus, Pusat Latihan satwa khusus, Pusat Penyelamatan satwa,Pusat Rehabilitasi Satwa, Museum Zoologi, Kebun Botani, Taman Tumbuhan Khusus,...
Read More
Usaha Konservasi Eksitu Kukang

Usaha Konservasi Eksitu Kukang

Kukang (Nycticebus coucang) adalah salah satu spesies primata dari genus Nycticebus. Penyebarannya di Indonesia meliputi pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Kukang terkenal dengan kehidupan malam (nokturnal) dan aboreal (hidup diatas pohon). Untuk menghindari ancaman pemangsa ia mampu berkamuflase dengan warna pohon atau melingkarkan tubuhnya dan bergelayut diantara ranting pohon yang rimbun. Bergelayut pun terkadang mereka menggunakan ekor. Menyembunyikan muka merupakan perilaku tertentu pada kukang ketika gangguan datang. Layaknya hewan-hewan nokturnal lainnya, pada siang hari kukang beristirahat atau tidur pada cabang-cabang pohon. Bahkan ada yang membenamkan diri ke dalam tumpukan serasah tetapi hal ini sangat jarang ditemui. Satu yang unik dari kebiasaan tidur kukang yaitu posisi dimana mereka akan menggulungkan badan, kepala diletakkan di antara kedua lutut/ekstrimitasnya. Ketika malam hari tiba, kukang mulai melakukan aktivitasnya. Mereka bergerak dengan menggunakan 4 anggota tubuhnya ke segala arah baik itu pergerakan vertikal ataupun horizontal (climbing). Kukang tergolong satwa pemakan segala (omnivor). Seperti primata lainnya, pakan utama kukang adalah buah-buahan dan dedaunan. Di habitat aslinya, kukang juga...
Read More
Babi Kutil, Hewan Langka yang Terlupakan

Babi Kutil, Hewan Langka yang Terlupakan

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Suidae; Genus: Sus; Spesies; Sus verrucosus (Muller 1840). Deskripsi, Ciri Fisik, dan Kebiasan Ciri khas babi kutil atau babi jawa (Sus verrucosus) adalah adanya surai atau bulu panjang yang mulai dari leher, sepanjang tulang belakang, hingga mencapai pangkal ekor. Selain itu juga memiliki tiga pasang kutil (benjolan daging yang mengeras) di wajahnya. Panjang tubuh sekitar 90-190 cm dengan tinggi bahu berkisar antara 70-90 dengan berat bervariasi antara 44-108 kg. Bulu tubuhnya berwarna kuning kemerahan hinga hitam. Ekornya panjang dan berumbai ujungnya. Kakinya lebih ramping dan memanjang. Babi kutil dapat berusia 10-14 tahun. Babi kutil merupakan hewan nokturnal yang soliter, namun kadang berkelompok. Merupakan omnivora meskipun lebih sering memakan tumbuhan seperti daun, akar dan umbi-umbian, kulit kayu, atau batang, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Saat merasa terancam surai di leher dan punggungnya akan berdiri. Sedangkan untuk berkomunikasi dengan sesama mereka, terutama saat memperingatkan bahaya, babi kutil mengeluarkan suara melengking. Persebaran, Habitat, dan Konservasi Babi kutil atau babi goteng, Sus...
Read More
Animal Welfare

Animal Welfare

Animal Welfare (kesejahteraan satwa) Lima prinsip kesejahteraan hewan yang harus diketahui sebagai pengetahuan dasar untuk konservasi eksitu yaitu: 1. Bebas rasa lapar dan haus (pemberian makanan cukup dan air minum bersih setiap harinya) 2. Bebas rasa tidak nyaman (pemberian lingkungan akomodasi hidup yang nyaman) Kebebasan dari ketidaknyamanan secara fisik dan cuaca panas dengan menyediakan suatu lingkungan yang sesuai termasuk tempat berlindung, tempat istirahat yang nyaman dan pengayaan kandang yang sesuai dengan perilaku satwa. 3. Bebas dari sakit dan luka (pemberian perawatan untuk satwa sakit, pencegahan penyakit) Faktor –faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan kebebasan ini termasuk desain kandang, ketersediaan perlengkapan kandang, kebutuhan alat-alat yang dibutuhkan, ketersediaan ruang yang cukup dan hidup sosial berkelompok yang sesuai untuk mencegah konflik antar satwa, sanitasi yang sesuai, makanan dan perawatan kesehatan dari dokter hewan untuk mencegah atau merawat luka dan penyakit yang diderita oleh satwa. 4. Bebas berprilaku liar alami (pemberian lingkungan hidup dan kesempatan mengutarakan sifat dan prilaku khas alami) Kebebasan untuk mengekspresikan perilaku secara normal dengan menyediakan...
Read More
12