Appendix CITES

Appendix CITES

Apendiks CITES adalah daftar spesies yang perdagangannya perlu diawasi dan negara-negara anggota telah setuju untuk membetasi perdagangan dan menghentikan eksploitasi terhadap spesies yang terancam punah (Fitzgerald 1989 dalam Soehartono&Mardiastuti 2003). Peraturan terhadap spesies satwa dan tumbuhan yang termasuk dalam daftar ini memiliki beberapa pengecualian. Peraturan Apendiks CITES tidak berlaku untuk kasus-kasus sebagai berikut: 1.      Pertunjukan keliling(sirkus). 2.      Perdagangan non-komersial, misalnya untuk keperluan kegiatan ilmiah dan pertukaran antar kebun binatang. 3.      Barang-barang pribadi. 4.      Spesimen yang transit di negara lain (transit Spesimens). 5.      Spesimen satwa dan tumbuhan yang diperdagangkan sebelum Konvensi berlaku. 6.      Spesimen yang dihasilkan dari penangkaran. 7.      Spesimen dari hasil ranching (pembesaran dari alam). Perdagangan internasional dari suatu spesies mungkin berpotensi untuk memiliki dampak negatif terhadap populasi spesies tersebut di alam. Oleh karena itu, negara anggota berhak untuk mengajukan kepada CITES agar jenis tersebut dimasukkan kedalam salah satu dari tiga kategori yaitu Apendik I,II, atau III. Apendiks I Jenis yang termasuk kedalam Apendiks I adalah jenis yang jumlahnya di alam sudah sangat sedikit dan dikhawatirkan akan punah. Perdagangan komersial untuk...
Read More

Animal Welfare

Animal Welfare (kesejahteraan satwa) Lima prinsip kesejahteraan hewan yang harus diketahui sebagai pengetahuan dasar untuk konservasi eksitu yaitu: 1. Bebas rasa lapar dan haus (pemberian makanan cukup dan air minum bersih setiap harinya) 2. Bebas rasa tidak nyaman (pemberian lingkungan akomodasi hidup yang nyaman) Kebebasan dari ketidaknyamanan secara fisik dan cuaca panas dengan menyediakan suatu lingkungan yang sesuai termasuk tempat berlindung, tempat istirahat yang nyaman dan pengayaan kandang yang sesuai dengan perilaku satwa. 3. Bebas dari sakit dan luka (pemberian perawatan untuk satwa sakit, pencegahan penyakit) Faktor –faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan kebebasan ini termasuk desain kandang, ketersediaan perlengkapan kandang, kebutuhan alat-alat yang dibutuhkan, ketersediaan ruang yang cukup dan hidup sosial berkelompok yang sesuai untuk mencegah konflik antar satwa, sanitasi yang sesuai, makanan dan perawatan kesehatan dari dokter hewan untuk mencegah atau merawat luka dan penyakit yang diderita oleh satwa. 4. Bebas berprilaku liar alami (pemberian lingkungan hidup dan kesempatan mengutarakan sifat dan prilaku khas alami) Kebebasan untuk mengekspresikan perilaku secara normal...
Read More
12