Babi Kutil, Hewan Langka yang Terlupakan

Babi Kutil, Hewan Langka yang Terlupakan

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Suidae; Genus: Sus; Spesies; Sus verrucosus (Muller 1840). Deskripsi, Ciri Fisik, dan Kebiasan Ciri khas babi kutil atau babi jawa (Sus verrucosus) adalah adanya surai atau bulu panjang yang mulai dari leher, sepanjang tulang belakang, hingga mencapai pangkal ekor. Selain itu juga memiliki tiga pasang kutil (benjolan daging yang mengeras) di wajahnya. Panjang tubuh sekitar 90-190 cm dengan tinggi bahu berkisar antara 70-90 dengan berat bervariasi antara 44-108 kg. Bulu tubuhnya berwarna kuning kemerahan hinga hitam. Ekornya panjang dan berumbai ujungnya. Kakinya lebih ramping dan memanjang. Babi kutil dapat berusia 10-14 tahun. Babi kutil merupakan hewan nokturnal yang soliter, namun kadang berkelompok. Merupakan omnivora meskipun lebih sering memakan tumbuhan seperti daun, akar dan umbi-umbian, kulit kayu, atau batang, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Saat merasa terancam surai di leher dan punggungnya akan berdiri. Sedangkan untuk berkomunikasi dengan sesama mereka, terutama saat memperingatkan bahaya, babi kutil mengeluarkan suara melengking. Persebaran, Habitat, dan Konservasi Babi kutil atau babi goteng, Sus...
Read More
Selamat Jalan Torgamba

Selamat Jalan Torgamba

Kotoran badak Sumatera memiliki karakteristik tersendiri, sangat mudah dikenali walaupun telah dikeluarkan beberapa minggu sampai beberapa bulan sebelumnya. Tiap pengeluaran terdiri atas 10 atau lebih bola-bola bulat atau lonjong, berdiameter 1-9 cm dan secara keseluruhan beratnya 2,5-6,5 kg. Kotoran segar berwarna coklat kekuning-kuningan, tetapi langsung berwarna coklat gelap bila terkena udara. Di dalam air warna yang lebih cerah akan bertahan cukup lama. Bau kotoran badak Sumatera tidak terlalu tajam dan sangat mirip bau kotoran kuda. Badak Sumatera terutama membuang kotorannya di sekitar pelintasan utamannya atau ke dalam air. Tumpukan kotoran terdapat di atas atau di dekat satu atau dua tumpukan kotoran lainnya. Tempat berkubang badak Sumatera sering terdapat di atas bukit, dibuat kolam air hujan dan digali oleh badak itu sendiri. Badak Sumatera menggali kubangannya dengan jalan mengais-ngais kaki dilekukan tanah yang bertanah liat, lunak dan lembab. Mereka menggali lubang dari tepi dengan cula dan kakinya, sedemikian sehingga membentuk dinding vertikal di sisi-sisi kubangan. Penggunaan yang berulang-ulang menyebabkan kubangan menjadi lebih...
Read More

Populasi Babi Rusa Semakin Terancam

  Babi rusa merupakan hewan endemik dari pulau Sulawesi yang berada di wilayah garis hayal Wallace. Suaka Margasatwa Nantu yang ada di Gorontalo merupakan salah satu habitat dari babi rusa.  Populasi satwa tersebut menurun drastis dari sekitar 500 ekor pada tahun pada tahun 1980-an menjadi sekitar 200-an ekor pada tahun 2010 ( peneliti  yayasan adudu nantu internasional (Yani)). Perdagangan daging babi rusa dan perambahan hutan menjadi penyebab utama, selain itu  penyebab lainnya adalah penebangan liar, perladangan berpindah dan penambangan emas tanpa izin. Lynn clayton (yayasan adudu nantu internasional) mengatakan meski hutan Nantu telah ditetapkan menjadi suaka margasatwa namun bukan berarti satwa yang berada disana aman. Saat ini dua atau tiga babi rusa diperjualbelikan per minggunya di pasar hewan minahasa. Hutan Nantu yang seluas 31.000 hektar hanya  dijaga  enam polisi  setiap harinya di tempat tersebut. James kumolontang, staf lapangan Yani mengatakan harga daging babi rusa  di pasar tradisional minahasa berkisar Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram. Perlu peran serta dari semua golongan masyarakat Untuk menjaga...
Read More

Bajing terkecil terdapat di Kalimantan

Bajing Kerdil Dataran Rendah Ketiga bajing ini memiliki ukuran sebesar jari jempol kaki orang dewasa. Masyarakat Kalimantan khususnya daerah Ketapang menyebut bajing kerdil ini dengan nama klingsat atau pungkang. Mereka sangat lucu dalam bertingkah laku, berjalan pelan-pelan dipangkal batang pohon kemudian berlari sangat cepat menuju ranting pohon tertinggi. Selain itu, mereka sering terlihat berdiam diri dibatang pohon sambil menggerigiti kulitnya untuk mencari makan. Disaat seperti inilah kita dapat mendekati  dan melihatnya dengan jelas atau bahkan mengabadikannya dengan menggunakan kamera. Kedua bajing ini aktif di siang hari (diurnal), tetapi pada pagi hari lebih sering terdengar suaranya yang saling bersahutan antara individu yang satu dengan individu lainnya. Suaranya kecil melengking dan bernada yang membuat kita terkadang tidak bisa membedakan dengan suara burung. Bajing Kerdil Telinga Kuncung Bajing kerdil telinga hitam Bajing Kerdil Telinga Hitam Bajing-kerdil telinga-hitam memiliki coretan hitam yang melintang dibagian sisi kepala, penyebarannya sangat luas sampai dipulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Di Kalimantan Barat, bajing ini sangat umum dapat menempati...
Read More
Konservasi Herbivora Sulawesi

Konservasi Herbivora Sulawesi

Indonesia memiliki fauna yang sangat beragam dan tinggi, hal ini terjadi karena Indonesia memiliki wilayah yang luas dan beriklim tropis serta ekosistem yang beragam pula. Keanekaragaman yang tinggi disebabkan oleh Garis Wallace yang membagi Indonesia menjadi dua area yaitu zona zoogeografi asia dan zoogeografi Australasia. Pulau Sulawesi merupakan merupakan akhir dari penyebaran fauna oriental (Asia). Selat Makasar yang dikenal sebagai pemisah garis Wallace  merupakan benteng alam yang tidak dapat ditembus oleh penyebaran fauna dari wilayah barat, oleh karena itu pulau Sulawesi memiliki keunikan tersendiri ditinjau dari komunitas biologinya. Sehingga memiliki tingkat endemisitas fauna yang tinggi. Bahkan beberapa ahli menyebutkan bahwa pulau Sulawesi menunjukkan ciri dari wujud suatu pulau oseanik. Spesies asli mamalia di pulau Sulawesi sejumlah 223 dan sebanyak 126 di antaranya endemik daerah ini.  Dua satwa langka herbivora di pulau sulawesi diantaranya: 1. Anoa Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies yaitu: Anoa Dataran Rendah...
Read More

Fieldguide Satwa Herbivora Sejawa

Sebagai bentuk nyata dari usaha konservasi satwa herbivora, Divisi Konservasi Herbivora Uni Konservasi Fauna IPB menerbitkan fieldguide untuk satwa Herbivora sejawa. Fieldguide ini berisi penjelasan tentang ciri umum, perilaku, habitat dan distribusi satwa herbivora yang ada di Jawa, seperti badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), banteng (Bos javanicus), Kancil (Tragulus javanicus) dan sebagainya. Selain penjelasan tentang satwanya fildguide ini juga berisi tentang penjelasan metode penelitian satwa herbivora tersebut. Beberapa metode yang dibahas tersebut adalah metode transek jalur, transek garis, penggiringan, dan concentration count. Selain penjelasan tentang metode juga disertai dengan cara untuk menganalisinya. Bagi yang ingin memiliki e-book nya, bisa di download disini. DOWNLOAD...
Read More