Kenapa Butuh Reptil dan Amfibi ?

Makhluk hidup diciptakan untuk saling berhubungan, baik itu hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) maupun merugikan (simbiosis parasitisme).  Setiap makhluk hidup pasti memiliki manfaat bagi makhluk hidup lain dan llingkungannya. Rantai makanan merupakan salah satu contoh hubungan antar makhluk hidup. Satwa merupakan bagian yang penting dalam rantai makanan tersebut karena satwa dapat menjadi penghubung antar semua makhluk hidup berdasarkan sumber makanannya (herbivora, karnivora, dan omnivora). Tidak sedikit satwa yang kehidupannya kurang diperhatikan oleh manusia, misalnya saja herpetofuna (reptil dan amfibi). Hal tersebut dapat dilihat dari sedikitnya pengetahuan dan informasi mengenai satwa ini . Dalam rantai makanan, herpetofauna merupakan bagian yang penting dan tidak dapat diabaikan begitu saja karena satwa ini dapat menempati konsumen tingkat I,II, ataupun III. Artinya bahwa, jika dalam suatu rantai makanan kehilangan atau kelebihan konsumen maka akan  terjadi ketidakseimbangan ekosistem. Herpetofauna merupakan satwa yang cukup familiar di kehidupan manusia terkait dengan manfaat maupun kerugian dari satwa ini. Reptil misalnya, memiliki banyak manfaat bagi manusia untuk dijadikan sebagai komoditi industri....
Read More

Katak Terbang Kalimantan, .. Hewan Yang Kerennn !!

Metrogaya - Bukan seperti katak biasanya, mungkin Rhacophorus nigropalmatus merupakan katak paling dramatis saat ini, katak terbang/flying frog begitulah namanya, hidup di atas pohon dan hanya turun ke permukaan tanah untuk melakukan perkimpoian. Juga dikenal dengan nama Wallace's flying frog 1. Katak ini relatif kecil hanya berukuran sekitar 9 - 10 cm 2. Memiliki mata yang besar dan mencolok 3. Alat pendengaran terletak di belakang mata. disebut juga tympanum membrane. 4. Tubuh berwarna hijau terang dengan kombinasi kuning muda di bagian rusuk dan juga jari - jari serta moncong. Sayap di jari jari memiliki warna hitam 5. Termasuk amphibi arboreal* yang memiliki keunikan dengan jari - jari yang bisa dilebarkan seperti sayap sampai ke kaki dan bahkan ke badan si katak 6. Ukuran anggota tubuh bagian belakang lebih besar dari bagian depan 7. Dengan fisik tubuh seperti poin 5 dan 6, memberikan kemampuan bagi si katak untuk terbang(gliding yang lebih lama) dari satu pohon ke pohon lain. Flying Frog hidup di atas pohon di dalam hutan tropis yang lembab,...
Read More

Sistem Pertahan pada Spesies Proceratophrys boiei (Wied-Neuwied, 1824) (Amphibia, Anura, Cycloramphidae)

Sejumlah besar keragaman predator, habitat dan keanekaragaman jenis menyebabkan suatu spesies mangsa memiliki berbagai macam teknik pertahanan diri untuk menghindari predator. Ini berlaku juga pada bangsa katak. Teknik pertahan ini didasarkan kepada mekanisme tingkah-laku/kebiasaan bawaan untuk mengelabui predator dalam mendeteksi keberadaan katak tersebut untuk dimangsa. Dalam review jurnal ini, penulis memaparkan salah satu kebisaan pertahanan diri pada spesies Proceratophrys boiei. Kebiasaan ini juga dapat ditemui pada bangsa-bangsa lain seperti Cycloramphidae, Microhylidae, Leptodactylidae and Bufonidae. Bangsa katak relative lebih kecil, lambat, dan memiliki perlindungan terluar (kulit) yang lunak Jika dibandingkan dengan vertebrata lain, seperti burung, reptile, dan mamalia yang memiliki kulit yang memberikan perlindungan seperti rambut, bulu, atau sisik. (Duellman, 1994). Karakteristik ini menyebakan bangsa katak sangat rentan pada mekanisme predasi. Mekanisme preasi sangat berperan penting dalam perkembangan sistem adaptasi dan pertahanan diri pada katak. Seperti adanya kelenjar toksik atau sekresi zat lain yang tidak disukai oleh predator sehingga enggan untuk memangsanya. Kolaborasi warna pada kulit katak yang menyebabkan predator sulit tuk...
Read More
Herpetofauna

Herpetofauna

Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “herpeton”yang berarti melata dan “fauna” yang berarti binatang. Jadi herpetofauna adalah binatang-binatang yang melata. Herpetofauna sendiri memiliki ukuran tubuh yang bermacam-macam, namun memiliki keseragaman yaitu berdarah dingin/poikilotermik. Fauna ini menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu lingkungannya. Kelompok ini diklasifikasikan menjadi 2 kelas yaitu, kelas amphibia dan reptilia berdasarkan beberapa ciri yang berbeda dan mencolok. Kedua kelas herpetofauna tersebut dibagi-bagi lagi menjadi beberapa Ordo yang kemudian akan berlanjut lagi ke famili. Amphibi merupakan hewan yang hidup di 2 habitat atau alam, yaitu perairan dan daratan. Herpetofauna yang satu ini memiliki kelembaban kulit yang tinggi dan tidak tertutupi rambut. Kata amphibi sendiri berasal dari kata “amphi” yang berarti ganda dan “bios” yang berarti hidup. Secara asal kata, amphibi didefinisikan sebagai hewan-hewan melata yang dapat hidup di dua alam. Kelas herpetofauna ini dibagi menjadi 3 ordo yang masih ada hingga sekarang, yaitu Caudata(amphibi berekor), Anura(amphibi tidak berekor), Gymnophiona(amphibi tidak bertungkai). Umumnya kelas ini memiliki siklus kehidupan seperti beberapa...
Read More