Mencincin Burung Jogja

Mencincin Burung Jogja

“Pelatihan Penandaan Burung di Pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta”   Nafas lega tanpa terasa segera terhembus ketika kereta api yang kami tumpangi memasuki  stasiun Lempuyangan, persinggahan terakhir kereta api Progo yang membawa kami dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sembari meluruskan kaki yang masih terasa pegal, kami memeriksa kembali semua perlengkapan yang  kami bawa dari Bogor. Beberapa saat kemudian teman-teman pengamat burung Jogja datang dan mengajak kami untuk segera memasuki bus yang akan membawa kami menuju lokasi kegiatan. Pantai Trisik yang berada dlam wilayah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menjadi lokasi kegiatan pelatihan pengenalan penandaan burung. Sebelum menuju lokasi kami menyempatkan diri untuk sarapan pagi di sebuah warung yang tidak terlalu jauh dari stasiun Lempuyangan, yang membuat warung ini menarik adalah harga makanannya yang murah apabila dibandingkan dengan Jakarta atau Bogor. Kami tiba di sebuah rumah milik penduduk sekitar sekitar pukul 12.30, rumah ini akan menjadi  basecamp kami selama kegiatan pelatihan. Malam pertama kami lewatkan dengan acara perkenalan dan penjelasan mengenai penandaan burung dari Mbak Noni, Bu Yeni...
Read More
‘Burung pantai’ di  Sawah Baru

‘Burung pantai’ di Sawah Baru

Minggu pagi (5 februari 2012) kami berenam melakukan pengamatan burung di Sawah Baru. Sawah Baru merupakan areal persawahan di sekitar kampus IPB, tepatnya sebelah timur kampus IPB Darmaga. Sebelumnya kami mendapat informasi tentang adanya burung pantai yang bentuknya mirip dengan trinil dari salah satu rekan kita sebut saja bang ucok, kemudian kami penasaran untuk melakukan pengamatan di lokasi tersebut. Sekitar jam 7 pagi kita berangkat, lokasi dapat ditempuh selama 10 menit dari shelter Uni Konservasi Fauna (UKF-IPB). Kami berenam memulai pengamatan di areal persawahan di lahan percobaan departemen agronomi dan hortikultura-IPB. Kami hanya menemukan segerombolan burung gereja dan bondol yang sedang sibuk mencari makan. Sedikit pesimis untuk menemukan burung yang sedang kami incar yaitu sejenis trinil. Sekitar 15 menit melakukan pengamatan dengan berkeliling di lokasi tersebut, kami pun pindah ke blok persawahan sebelah benteng air. Ketika kami berada di atas punggungan benteng air, seekor sri gunting batu (Dicrurus paradiseus) terbang melintas ke arah perumahan Darmaga Regency. Sri gunting batu dapat dikenali...
Read More
Ratusan Burung Pemangsa Terlihat di IPB

Ratusan Burung Pemangsa Terlihat di IPB

“Monitoring Migrasi Burung Pemangsab di Kampus IPB Darmaga” Awal Oktober yang lalu mas Asman A. Purwanto yang saat itu sedang berada di Thailand menanyakan kabar mengenai kegiatan pemantauan migrasi burung pemangsa. Pertanyaan tersebut sontak membuatku kaget, bagaimana tidak berpikir mengenai migrasi burung pemangsa pun belum terlintas dalam pikiranku. Migrasi burung pemangsa merupakan siklus rutin yang terjadi pada penghujung tahun, ketika daerah tempat tinggal burung pemangsa mengalami musim dingin. Jenis burung pemangsa yang umum tercatat melewati Bogor adalah Sikep Madu Asia, Elang Alap Cina dan Elang Alap Jepang. Kita dapat melihat ratusan ekor burung pemangsa dalam momen itu, jadi sangatlah sayang apabila dilewatkan. Kata-kata yang diucapkan oleh mas Asman itulah yang membuatku bersemangat untuk melakukan kegiatan pengamatan migrasi burung pemangsa. (more…)...
Read More
Makhluk Cantik Penghuni Kampus

Makhluk Cantik Penghuni Kampus

“Ragam jenis kupu-kupu di Kampus IPB-Darmaga” ‘Menakjubkan’ sebuah kata yang tanpa sadar akan terucap ketika kita melihat seekor kupu-kupu terbang atau berlenggak-lenggok di atas bunga. Warna dan coraknya yang beragam membuat kita berdecak kagum. Secara umum keluarga kupu-kupu dibagi menjadi tiga kelompok yang didasarkan pada waktu aktifnya, yaitu kupu-kupu, ngengat dan skipper. Kupu-kupu lebih sering terlihat aktif pada siang hari, ngengat pada malam hari dan skipper pada pagi dan sore hari. Kupu-kupu memiliki warna dan corak  yang lebih indah apabila dibandingkan dengan ngengat dan skipper, namun terdapat beberapa ngengat atau skipper yang memiliki warna dan corak yang indah. Keelokan kupu-kupu sudah terdokumentasikan sejak beberapa abad silam, kekaguman manusia terhadap kupu-kupu dituangkan dalam bentuk lukisan atau gambar, seperti motif kupu-kupu pada kain sutra yang terdapat pada era dinasti Ming (1368-1644). Menikmati keindahan kupu-kupu dapat kita lakukan secara langsung atau melalui desain gambar yang saat ini banyak tersedia di internet. Menikmati keindahan kupu-kupu secara langsung tentunya memberikan sensasi yang berbeda apabila dibandingkan dengan gambar...
Read More
BURUNG PERKOTAAN

BURUNG PERKOTAAN

Burung merupakan salah satu satwa yang sangat sering dijumpai dan mempunyai posisi penting sebagai salah satu kekayaan satwa Indonesia. Dalam ekosistem, burung mempunyai peranan yang cukup penting, diantaranya adalah membantu mengontrol populasi serangga, membantu penyerbukan bunga dan pemencaran biji. Selain itu, burung merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki nilai tinggi, baik ditinjau dari segi ekologis, ilmu pengetahuan, ekonomis, rekreasi, seni dan kebudayaan. Bahkan dapat dikatakan bahwa burung merupakan satwaliar yang paling dekat dengan lingkungan manusia. Dengan demikian kehadiran satwaliar ini di lingkungan hidup manusia perlu dilestarikan. . Sifatnya yang kosmopolit  memungkinkan burung dapat dijumpai di berbagai macam tipe habitat, termasuk di perkotaan. Pada prinsipnya burung dapat berdampingan hidup dengan masyarakat kota asalkan syarat kebutuhan hidupnya terpenuhi, seperti habitat yang memadai dan aman dari berbagai bentuk gangguan. Burung-burung yang hidup liar dalam kota sering disebut dengan burung perkotaan. Kehadiran burung di kota bukan tanpa makna. Hal ini dapat dikaji melalui jaringan makanan (food web) yang dilalui dalam ekosistem alam yang membentuk...
Read More
Usaha Konservasi Eksitu Kukang

Usaha Konservasi Eksitu Kukang

Kukang (Nycticebus coucang) adalah salah satu spesies primata dari genus Nycticebus. Penyebarannya di Indonesia meliputi pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Kukang terkenal dengan kehidupan malam (nokturnal) dan aboreal (hidup diatas pohon). Untuk menghindari ancaman pemangsa ia mampu berkamuflase dengan warna pohon atau melingkarkan tubuhnya dan bergelayut diantara ranting pohon yang rimbun. Bergelayut pun terkadang mereka menggunakan ekor. Menyembunyikan muka merupakan perilaku tertentu pada kukang ketika gangguan datang. Layaknya hewan-hewan nokturnal lainnya, pada siang hari kukang beristirahat atau tidur pada cabang-cabang pohon. Bahkan ada yang membenamkan diri ke dalam tumpukan serasah tetapi hal ini sangat jarang ditemui. Satu yang unik dari kebiasaan tidur kukang yaitu posisi dimana mereka akan menggulungkan badan, kepala diletakkan di antara kedua lutut/ekstrimitasnya. Ketika malam hari tiba, kukang mulai melakukan aktivitasnya. Mereka bergerak dengan menggunakan 4 anggota tubuhnya ke segala arah baik itu pergerakan vertikal ataupun horizontal (climbing). Kukang tergolong satwa pemakan segala (omnivor). Seperti primata lainnya, pakan utama kukang adalah buah-buahan dan dedaunan. Di habitat aslinya, kukang juga...
Read More