Herpetofauna

Posted 1 CommentPosted in Divisi, Konservasi Reptil Amphibi

Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “herpeton”yang berarti melata dan “fauna” yang berarti binatang. Jadi herpetofauna adalah binatang-binatang yang melata. Herpetofauna sendiri memiliki ukuran tubuh yang bermacam-macam, namun memiliki keseragaman yaitu berdarah dingin/poikilotermik. Fauna ini menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu lingkungannya. Kelompok ini diklasifikasikan menjadi 2 kelas yaitu, kelas amphibia dan reptilia berdasarkan beberapa […]

Animal Welfare

Posted 1 CommentPosted in Divisi, Konservasi Eksitu

Animal Welfare (kesejahteraan satwa) Lima prinsip kesejahteraan hewan yang harus diketahui sebagai pengetahuan dasar untuk konservasi eksitu yaitu: 1. Bebas rasa lapar dan haus (pemberian makanan cukup dan air minum bersih setiap harinya) 2. Bebas rasa tidak nyaman (pemberian lingkungan akomodasi hidup yang nyaman) Kebebasan dari ketidaknyamanan secara fisik dan cuaca panas dengan menyediakan suatu […]

Konservasi Herbivora Sulawesi

Posted 3 CommentsPosted in Divisi, Konservasi Herbivora

Indonesia memiliki fauna yang sangat beragam dan tinggi, hal ini terjadi karena Indonesia memiliki wilayah yang luas dan beriklim tropis serta ekosistem yang beragam pula. Keanekaragaman yang tinggi disebabkan oleh Garis Wallace yang membagi Indonesia menjadi dua area yaitu zona zoogeografi asia dan zoogeografi Australasia. Pulau Sulawesi merupakan merupakan akhir dari penyebaran fauna oriental (Asia). […]

Appendix CITES

Posted 1 CommentPosted in Konservasi Eksitu

Apendiks CITES adalah daftar spesies yang perdagangannya perlu diawasi dan negara-negara anggota telah setuju untuk membetasi perdagangan dan menghentikan eksploitasi terhadap spesies yang terancam punah (Fitzgerald 1989 dalam Soehartono&Mardiastuti 2003). Peraturan terhadap spesies satwa dan tumbuhan yang termasuk dalam daftar ini memiliki beberapa pengecualian. Peraturan Apendiks CITES tidak berlaku untuk kasus-kasus sebagai berikut: 1.      Pertunjukan […]