Primate campaign, Profauna

Primate campaign, Profauna

Bundaran HI, 19 Juni 2011 Perdagangan satwaliar khususnya primata menjadi marak akhir-akhir ini. Banyaknya permintaan terhadap primata mengakibatkan meningkatnya penangkapan primata langsung di alam liarnya. Berkurangnya satwaliar di alam liar akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan berkurangnya keanekaragaman hayati. Satwaliar dianggap sebagai bahan hiburan dan dijadikan hewan peliharaan. Pemeliharaan ini sering memperlihatkan diindahkannya animal walfare. Pada akhirnya akan berujung pada kematian satwaliar tersebut. Profauna merupakan salah satu LSM/ NGO yang bergerak di penyelamatan satwaliar dan pelestarian lingkungan. Profauna memberikan perhatiannya pada satwaliar primata dengan melakukan aksi kampanye (campaign) di bundaran HI (Hotel Indonesia). Tujuannya agar masyarakat khususnya yang memiliki wewenang sadar akan permasalahan tersebut. Sehingga tergerak untuk berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan satwaliar khususnya primata. Bundaran HI sangat cocok untuk tempat aksi karena disana banyak lalu-lalang kendaraan. Kebetulan sekali saat kampanye primata ini berbarengan dengan kegiatan UBEG-UBEG (Usulan Begini dan Usulan Begitu) yang diselenggarakan oleh pemerintah DKI Jakarta. Awalnya melihat kondisi tersebut kegiatan ini mengalami kendala lokasi. Tapi dengan melihat kembali tujuan, hal tersebut...
Read More
Eksplorasi Kolaboratif Resort Salak Satu TNGHS

Eksplorasi Kolaboratif Resort Salak Satu TNGHS

Kegiatan Eksplorasi Kolaboratif merupakan program kerja Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB sebagai bentuk pengukuhan identitas UKF yang merupakan unit kegiatan mahasiswa berbasis penelitian. Dalam perkembangannya, kegiatan ini tidak hanya diinisiasi oleh UKF. Pengikutertaan berbagai pihak menjadi langkah baru dalam menghimpun kekuatan intelektual dan cara pandang dalam usaha konservasi satwaliar. Hingga tahun ke-9 eksistensi UKF tercatat telah banyak kegiatan UKF yang berkolaborasi dengan pihak luar, seperti pemerintah, LSM dan korporasi. Pada tanggal 24-30 Juli 2011 telah diadakan kegiatan eksplorasi kolaboratif di Kawasan Resort Salak Satu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Inisiator utama kegiatan ini adalah UKF dan Suaka Elang. Suaka Elang adalah lembaga konsorsium yang terjalin antara pemerintah, LSM, dan korporasi. Hingga saat ini, pihak-pihak yang tergabung menjadi anggota kemitraan Suaka Elang adalah sebagai berikut: Pemerintah: 1. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak 2. BB Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 3. BB Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat 4. Pusat Penelitian Pengembangan Kehutanan & Konservasi Alam, Dephut 5. LIPI LSM: 1. RAIN (Raptor Indonesia) 2. PILI-Green Network 3. Yayasan Cikananga (PPS...
Read More
Reportase Eksplorasi Cisoka

Reportase Eksplorasi Cisoka

Guna melatih dan memperdalam keilmuan anggota UKF khususnya angkatan baru, maka UKF tiap tahunnya mengadakan Eksplorasi yang dilakukan perdivisi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, eksplorasi kali ini setiap divisi berhak untuk menentukan sendiri lokasi yang akan dieksplor. Namun, untuk DKM (Primata, Karnivora, dan Herbivora) dan DKB memutuskan untuk di tempat yang sama yaitu Cisoka-TNGHS. Pukul 03.00 dini hari, Jumat 22 April 2011, seluruh peserta eksplor dari keempat divisi yang berjumlah 34 orang berkumpul di depan BNI. Meski mengantuk namun tidak menyurutkan semangat para peserta eksplorasi Cisoka. Sekitar pukul 03.30 truk datang, dan  kami berangkat menuju Cisoka-TNGHS. Kurang lebih 4 jam perjalanan menggunakan truk, kami  turun dan meneruskan sisa perjalanan camp. Sekitar 200 m kami berjalan di aspal dan sisanya kami harus melewati jalan setapak hutan yang becek dan berlumpur. 800 m perjalanan di dalam hutan hanya kami tempuh dalam waktu kurang lebih setengah jam (kegiatan lapang paling dekat dan paling cepat !). Setengah 9 kurang kami sampai di camp dan cuaca saat itu...
Read More

Catatan Harian Kegiatan Eksplorasi Evolusi 9 DKI

Hari Jum’at tanggal 15 April 2011 sekitar pukul 15.00 WIB, tim eksplorasi evolusi 8 Divisi Konservasi Insekta (DKI) gelombang pertama memulai perjalanan menuju Resort Gunung Bunder Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Tim eksplor gelombang pertama ini terdiri atas angkatan 8: Yaumil, Lisa, dan Aldi; angkatan 7: Irfan dan Azra; dan angkatan 6; Wathri. Keberangkatan tersebut mundur sekitar satu jam dari jadwal yang telah direncanakan karena salah satu anggota yang masih memiliki kepentingan. Perjalanan ditempuh kurang dari satu setengah jam dengan mobil alias angkot. Sesampainya di tempat pemberhentian, yaitu di Pasir Reungit dekat kawasan wisata Curug Ngumpet kami terkendala menuju perkemahan karena kami tidak memegang SIMAKSI sebagai tiket masuk memasuki kawasan. SIMAKSI tersebut dipegang oleh Gilang yang memang saat itu masih dalam perjalanan dari Balai TNGHS Kabandungan untuk mengurus SIMAKSI. Akhirnya, Wathri sebagai ketua divisi yang saat itu bertanggung jawab juga perihal kegiatan ini ‘berdiskusi’ dengan pihak setempat. Sembari menunggu, kami menunaikan shalat Ashar dan istirahat sejenak. Sekitar pukul 17.30...
Read More