OLIMPIADE LINGKUNGAN 2016

PRESS RELEASE OLIMPIADE LINGKUNGAN 2016

24 September 2016
Audit GMSK, IPB

Olimpiade Lingkungan 2016 merupakan Olimpiade tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Uni Konservasi Fauna (UKF), IPB. Acara ini diadakan pada tanggal 24 September 2016 di Audit Gizi Masyarakat dan Sains Komunikasi (GMSK). OL 2016 merupakan kegiatan tahunan yang mengangkat tema dan isu-isu terkait konservasi dan lingkungan. Acara ini didukung oleh kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Olah Raga (Kemepora), papa ron’s, green co, dan kebab.
Tema yang diangkat tahun ini adalah Pemanfaatan dan Perdagangan Satwa Liar. Pembukaan dimulai pukul 08.20 WIB dengan tarian daerah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sutan Noor Akbar selaku ketua pelaksana OL 2016 dan dilanjutkan oleh Irma Hermawanti selaku ketua umum UKF. Sambutan ini berisi mengenai latar belakang UKF melaksanakan kegiatan olimpiade lingkungan dan urgensi konservasi di dunia, terutama di Indonesia. Pembukaan dibuka langsung oleh pembimbing UKM UKF, Bapak Dr. Ir. Jarwadi B Harwono, S Hut. Peserta OL 2016 terdiri dari pelajar se-Jawa-Bali-Lampung yang meliputi SMAN 1 Banjarnegara, SMAN 1 Sukabumi, SMK Kehutanan, SMA Insan Kamil Bogor. SMAN 2 Jakarta, SMAN Insantama. MAN 2 Cilegon, SMAN 3 Depok, SMA 4 Bogor, SMA Kota Bogor, SMA 4 Kabupaten Tangerang, MAN Insan Cendekia, dan SMA Santa Deresia. Total peserta yang hadir yaitu sejumlah 96 peserta. Olimpiade Lingkungan 2016 resmi dibuka pada pukul 08.45 WIB. OL 2016 terdiri dari lima lomba yang meliputi lomba cerdas tepat konservasi (LCTK), film pendek konservasi, essay konservasi, debat konservasi, dan desain poster konservasi.
Acara selanjutnya diisi dengan Talkshow yang diisi oleh dua pembicara dari Aspinal dan LSM Wildlife Crime Unit (WCU- WCS). Aspinal diisi oleh Sigit Pramono yang bergerak dibidang penanganan perdaganan ilegal satwa liar. Pembicara kedua diisi oleh Sigit Ibrahim dari Aspinal. Talkshow ini dimoderatori oleh Nadhifa Trihapsoro sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan anggota UKF.
Materi dari WCU oleh Hendry Pramono
WCU merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergeerak di bidang penanganan perdagangan satwa liar. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan terkait isu satwa, pendampingan perkara oleh legal advisor, dan pembongkaran jaringan perdagangan satwa. Pendampingan perkara oleh legal advisor telah memonitor tersangka sebelum tertangkap dan bekerjasama dengan aparat penegakan hukum. WCU bekerja sama dengan berbagai pihak agar dapat berjalan seperti kepolisian, kementerian kehutanan, kementerian perikanan, dll. Kegiatan lain yang dilakukan WCU yaitu pengawalan kasus oleh media komunikasi melalui online, media sosial baik nasional maupun internasional. Perdagangan sangat marak terjadi dan merugikan berbagai pihak. Pelaku dapat diberi sanksi dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan/ atau 100 juta rupiah. Pengawalan kasus hukum melalui media komunikasi.
Talkshow dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai kausus monitoring burung. Perdangan yang marak dan terbaru yaitu pedaganagn satwa di Bogor, Citayam yang dilakuakn melalui media sosial facebook. Bahkan, ada mahasiswa yang melakukan perdagangan dan menyediakan dagangan satwa liar ke luar. Kejahatan terkait satwa liar paling banyak terjadi di komunitas-komunitas yang sudah ada, seperti kounitas elang, komunitas burung, dll. Tantangan dalam penegakan hukum kasus satwa terbesar yaitu perdagangan online yang anggotanya hanya terdiri dari 10-15 orang.
Materi dari Aspinal oleh Sigit Ibrahim
The Aspinal Foundation (TAF) Aspinal merupakan lembaga non-pemerintah dan non-provit sebagai pusat rehabilitasi satwa liar khusus primata yang memiliki kantor di dalam maupun luar negeri seperti di Bandung dan terdaftar resmi di Inggris. Satwa liar merupakan satwa yang hidup di alam liar yang memiliki karakteristik liar. Satwa liar dipelihara akibat adanya upaya pemerintah menjaga fauna dan alam. TAF berkantor pusat di Kent, UK dan memiliki 2 taman satwa liar Port Lympne dan Howletts Animal Park, UK. TAF melakukan upaya konservasi satwa langka dan terancam punah di beberpa negara (Gabon, Madagaskar, Kongo) termasuk Indonesia. Kiprah TAF dalam upaya konservasi : Penangkaran non-komersial, pendidikan, manajemen ekosistem, peningkatan kap. lokal, survey habitat, rehabilitasi satwa, monitoring satwa lepas liar.
Di Indonesia terdapat pusat rehabilitasi primata jawa (PRPJ). PRPJ terdapat di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dari 233 jenis primata di dunia, terdapat 40 spesies di Indonesia dan 21 termasuk satwa endemik atau satwa yang tidak ditemukan di daerah lainnya. Primata yang ada biasanya direhabilitasi di Jawa yaitu Surili, Lutung Jawa, dan Owa Jawa, Kukang Jawa, dan mmonyet ekor panjang. Satwa yang diperjualberlikan di pasar illegal biasanya tidak bertahan lama karena diberi makanan yang tidak sesuai. Lutung Jawa yang mayoritas makanannya adalah daun muda kemudian buah, bunga, daun tua, dan paling sedikit adalah serangga. Satwa primata dari Lutung Jawa yang biasanya dijual di pasar tidak diberi pakan daun melainkan yang lain sehingga selang beberapa lama, satwa ini dapat terancam mati. Owa jawa merupakan satwa endemik Indonesia. Mayoritas pakan owa pun sama dengan primata lainnya.
Upaya konservasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan satwa liar yaitu Survey, Penelitian dan peningkatan kapasitas local yang emliputi:
survey populasi dan distribusi Owa jawa (KONUS, 2008)
Analisis habitat Owa jawa di Cagar Alam G. Tilu (Sartika, Assafi’iah, 2008)
Exploring Etnoprimatology (Alison Wade, Univ of Aucland, 2012.)
Kondisi Populasi Primata Jawa di hutan lindung Perum Perhutani, Bansel (Rika safira, UNAS, 2013)
Analisis Habitat Primata Jawa di Hutan Lindung Perhutani, Bansel (Fajar saputra, UNAS 2013)
Penelitian Hepatitis B pada Owa liar (Made Wedana, TAF-IP, 2013)
Survey Populasi Surili dan Lutung di Kawasan C. A G. Tilu (Rahmat, dkk. UNPAD, 2014)
Pertukaran keeper Indonesia dengan luar negeri (ZIMS, handrearing)
Upaya konservasi primata biasanya dilakukan pada satwa yang disita oleh kepolisian khusus kriminal, perdagangan satwa, balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan masyarakat umum. Satwa yang diterima ini kemudian direhabilitasi hingga mempu hidup di alam bebas. Setelah satwa diperkirakan dapat hidup kembali di alam dapat dilepaskan langsung. Urutan kegiatan konservasi ini yaitu investigasi penyitaan, repatriasi, rehabilitasi (karantina, sosialisasi dan pairing, release), keputusan isolasi ataupun monitoring.
Proses rehabilitasi meliputi pengecekan gigi, tempat tinggal, dan kesehatan. Pengayaan (enrichment) merupakan upaya melatih perilaku alami atau menumbuhkan kembali sifat-sifat liar satwa. Kegiatan lain yang dapat dilakukan yaitu sosialisasi dan pemasangan serta pelepasan liar dan monitoring. Setelah satwa lulus dari rehabilitas dan memenuhi syarat hidup di alam bebas, satwa akan dilepasliarkan dengan dilakukan monitoring yang intensif. Lokasi lepas liar yang bisa digunakan yaitu Pasir Jambu di Cagar Alam Gunung Tilu, Regina, dan Kelurahan Ceri.
Sesi selanjutnya adalah tanya jawab dengan peserta
Pertanyaan:
Maksud stilah omsetan ? Komunitas elang mengatas namakan kecintaan terhadap satwa, apa tindakan yang dilakukan setelah komunitas tersebut tahu adanya komunitas—komunitas tersebut.
SMK Kehutanan: kasus perdagangan satwa liar, aspek apa saja yang meyebabkan perdagangan marak terjadi? Dan spesies terancam punah (kukang) di alam liar justru diperjualbelikan. Bagaimana?
SMA : adanya penangkaran untuk rehabilitasi.
Jawaban:
Masksud omsetan yaitu satwa asli yang diawetkan dan biasa digunakan untuk display. Banyak satwa yang dilindungi dan dijual di pasar. Contohnya biawak di Kalimantan dipasarkan ke Jerman hanya 500.000 oleh masyarakat lokal, dan dijual kembali sebesar 5000 Euro. Kebanyakan perdagangan satwa liar ini semata-mata adalah hobi. Pemikiran orang-orang Indonesia nya lah yang tidak semua benar sehingga perdagangan terus terjadi. Persepsi cinta satwa liar ini berbeda antara masyarakat umum dan penghobi satwa. Kepolisian harus ikut andil dalam proses pe. Satwa yang mati harus langsung dimusnahkan. Jika satwa masih hidup, penanganan yang tepat perlu dilakukan baik rehabilitasi maupun penanganan laiinya.
Dampak ekologi pasti terjadi terhadap eksistansi kukang. Penyadartahuan dapat dilakukan. Pelaporan perdagangan satwa liar dapat dilakukan dengan mengambil gambar nya dan dilaporkan ke BKSDA. Kemudian BKSDA akan menangani masalah tersebut. Pihak rehabilitasi tidak berwenang untuk mengambil langsung satwa dari masyarakat maupun menindaklanjuti pemburu yang ditemui.
Kesimpulan yang didapatkan dari pebahasan pemanfaatan dan perdagangan satwa liar yaitu perdagangan satwa merupakan ancaman paling serius terutama yang mengatasnamakan kecintaan terhadap satwa. Masyarakat harus saling mengingatkan. Smencintai satwa liar tidak harus memelihara bahkan mengurung satwa tersebut. Sebaliknya harus dirawat dan dijaga di alam agar eksistensinya tetap terjaga. Kegiatan talkshow dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada peserta penanya dan peserta lainnya.
Lomba film pendek dilakukan di ruang kelas IKK 1.02 dengan jumlah peserta 5 orang. Juri yang menilai film pendek konservasi ini berasal dari Invis dan Shooter. Film ini dapat dilihat di you tube dengan hastag #ol2016 #olukf. Lomba desain poster diikuti oleh 10 peserta di ruang seminar IKK. Masing-masing peserta membuat desain poster dua kali. Poster pertama dicetak dan di-display selama acara OL 2016 di audit GMSK. Poster kedua dibuat dan didesain di ruang kelas selama dua jam dengan aplikasi yang telah dibawa oleh masing-masing peserta. Juri desain poster ini berasal dari Departemen Arsitektur Lanskap IPB.
Presentasi essay dilakukan pada pukul 11.21 WIB di Audit GMSK. Presentase dinilai oleh 2 juri yang terdiri dari dosen Bahasa Indonesia dan Dosen Departemen Biologi di IPB. Presentasi dimulai oleh Mohammad Dhafia A dengan judul “Menjaga Asa dengan Wildscan: Lestarinya Satwa Liar Indonesia. Peserta kedua adalah Raditya Prawira dengan judul Tingginya Tingkat Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar di Indonesia. Peserta ketiga yaitu Rima Maharani dengan judul Pengendalian Satwa Liar di Indonesia. Peserta keempat yaitu Dena Danisha Nur H dengan judul Mengendalikan Populasi Jalak Bali akibat Perdagangan dengan WTR (Wild Temporary Release). Peserta kelima yaitu Silvia Putri dengan judul Hapuskan Perdagangan Gelap Hewan Langka di Media Sosial.
Hasil presentasi dan tanya jawab essay yaitu:
SMAN 1 Banjarnegara. Aplikasi sudah diunduh lebih dari 1500 orang Indonesia dan kemungkinan dapat digunakan untuk menjaga dan menganalisis dan mencegah perdagangan satwa liar online. Penggunaan aplkasi tersebut efektif dengan melaporkan perdagangan satwa yang terjadi. Aplikasi direlease Juni 2016 di Indonesia. Negara lainnya yang menggunakan yaitu Afganisthan dan China.
SMAN 1 Sukabumi. Tingkat eksploitasi satwa liar terus meningkat melalui survey yang dilakukan oleh kepolisian Indonesia. Surve yang dilakuakn dari tahun 2009-2016. Survey ini dapat membantu pemerintah untuk melakukan penggalan penyelundupan dan pengungkapan sindikat kasus penyelundupan satwa liar. Peran pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut yaitu kerja sama dengan Polhut, penetapan penegakan hukum UU 5 (1990). Sebagai masyarakat dan pelajar, perlu penanggulangan dan peminimalisasian eksploitasi melaului kepedulian dan tidak memelihara satwa lar, berhenti melakukan eksploitasi berlebih, dan menunmbuhkan kesadaran melalui sosialisasi, langsung menyikapi masalah (bertindak), membiasakan hal kecil seperti menjaga lingkungan, dan melaporkan adanya kasus eksploitasi ke pihak yang berwenang. Dengan membuang sampah pada tempatnya akan berdampak jangka panjang terhadap ekosistem alam.
SMK Kehutanan Negeri Kadipaten. Penyebab penurunan populasi satwa liar berdampak pada ekologi, ekonomi, dan kesehatan. Pengendalian digunakan untuk mengetahui kasus perdagangan satwa liar dan memberikan solusinya. Solusi yang diberikan untuk jangka pendek jangka panjang. Kriteria satwa yang digunkan untuk atraksi yaitu pengamatan di tempat wisata. Satwa dapat digunakan untuk atraksi jika tidak mengancam. Sebagai seorang siswa, pelajar dapat mensosialisasikan perdagangan yang terjadi untuk mencegah pengurangan perdagangan satwa liar.
SMAN 1 Banjarnegara. Populasi Jalak Bali terus menurun dan terancam punah. Tahap WTR yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan harus dilakukan sesuai dengan rencana persiapan dan dievaluasi agar dapat dinilai keberhasilannya. WTR merupakan program pelepasliaran jalak Bali yang terus menurun jumlahnya. Aplikasinya khusus untuk jenis burung dan menggunakan aplikasi GPS. Sensor yang digunakan pada aplikasi ini yaitu sensor suhu, bubkan sensor lokasi meskipun sudah memakai GPS.
MAN Insan Cendekia Sumater Selatan. Faktor ynag menyebabkansatwa menjadi langka yaitu bencana alam dan manusia (perdagangan, perburuna, perusakan habitat). Pergangan illegal semakin marak terjadi akibat keserakahan manusia untuk mendapatkan pendapatan lebih dan besar. Contoh penjualan yang terjadi melalui media sosial yaitu perdagangan elang. Upaya pemerintah yang dapat dilakukan yaitu membentuk tim pemantauan dan penegakan hukum yang ketat UU Pasal 40 (2) tahun 1990. Solusi yang dapat dilakukan yaitu bekerjasama antara pemerintah dengan media sosial melalui cyber. Ini memiliki kelebihan karena efektif memudahkan pemerintah memantau perdagangan satwa liar. Situs yang sudah melakukan kegiatan ini yaitu melalui blog. Sebagai masyarakat, perlu melaporkan kegiatan ini kepada pihak berwajib melalui wildscan dan polisi kehutanan. Cyber berbasis teknologi dan di bawah kepolisian. Perlu pelatihan kepada masyarakat agar melek teknologi.
Acara dimulai kembali pada pukul 13.30 setelah ishoma. Acara dilanjutkan dengan final lomba LCTK. Peserta yang masuk final terdiri dari tiga tim pelajar SMKN Kehutanan Kadipaten, SMAN 1 Banjarnegara, dan SMAN 1 Sukabumi. Final LCTK terdiri dari empat babak. Lomba final LCTK dimenangkan oleh SMKN Kehutanan Kadipaten. Kemudian, final debat konservasi dilanjutkan kembali bersama dengan pemutaran film dokumenter dari seluruh peserta film pendek OL 2016. Kemudian dilanjutkan final debat yang dihadiri seluruh peserta OL 2016.
Final debat dimuali pukul 19.00 WIB. Peserta final debat konservasi terdiri dari SMAN 1 Banjarnegara dan SMKN Kehutanan Kadipaten dan melibatkan seluruh peserta OL 2016. Juri dari final debat ini terdiri dari 3 juri dari UKF yang menilai isi dan konten materi yang disampaikan dan 2 juri dari IPB Debating Club (IDC) yang menilai teknik dan mekanisme debat sesuai dengan technical meeting dan kesepakatan panitia dengan peserta.
Mosi final ini yaitu “pemanfaatn satwa liar secara tradisional berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat mengancam kelestarian satwa liar”. Tim pro adalah SMKN Kehutanan Kadipaten. SMAN 1 Banjarnegara adalah tim kontra. Kasus yang diangkat yaitu perdagangan penyu dan penggunaan penyu untuk kepentingan adat di Bali. Pengurangan dan ekploitasi pemanfaatan penyu ini menyebabkan turunnya wisatawan yang datang ke Bali khususnya Pulau Penyu. Dampak lain yang timbul yaitu berkurangnya satwa burung laut di Bali, bahkan berdampak pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Tim kontra dan tim pro (positif) saling mempertahankan argumen-argumen yang disampaikannya sesuai dengan timnya. Kasus-kasus yang berkaitan dengan pemanfaatan satwa liar secara tradisional di berbagai daerah dapat diangkat untuk mendukung argumen yang peserta ajukan.
Pemenanga juara 1,2, dan 3 berturut-turut dari lomba poster yaitu SMAIT Insantama, SMAN 1 Banjarnegara, dan SMAN 1 Banjarnegaa. Juara faforit desain pada poster pertama yaitu SMAN 1 Banjarnegara. Pemenanga juara 1,2, dan 3 berturut-turut dari lomba Essay yaitu SMAN 1 Banjarnegara, MAN Insan Cendekia Sumatera Selatan, dan SMAN 1 Sukabumi. Pemenanga juara 1,2, dan 3 berturut-turut dari lomba film pendek yaitu SMAN 1 Banjarnegara, SMAN 1 Banjarnegara, dan SMKN Kehutanan Kadipaten. Pemenanga juara 1 dan 2 berturut-turut dari lomba debat konservasi yaitu SMAn 1 Banjarnegara dan SMKN Kehutanan Kadipaten. Peserta sebagai the best speaker pada lomba debat konservasi adalah Qoryroh dari SMAN 1 Banjarnegara.

Conservation Program for Children

Conservation Program for Children

Day-1
Conservation Program for Children akhirnya dimulai! Hari pertama pada Sabtu, 16 April 2016 berlangsung ramai. Sejumlah 65 siswa kelas 5 SDN Sindangsari diajak bermain sambil belajar tentang lingkungan dan habitat. Pemateri utamanya adalah Nalia Yustika Indani, yang dengan akrab dipanggil Kak Nal. Selain dibawakan cerita yang mengajak aktif anak-anak tentang habitat satwa, anak-anak juga diajak membuat karya dari kertas-kertas bekas, dengan cara menggunting dan menempel kertas-kertas bekas tersebut kemudian membuatnya menjadi sebuah gambaran habitat.

Day-2
Hari kedua CPC 2016 dilaksanakan pada Sabtu, 23 April 2016. Hari itu materi utamanya adalah sampah. Pemateri, yakni Nadhifa Trihapsoro membawakan sebuah cerita petualangan mengunjungi sebuah pulau. Cerita itu mengisahkan seorang pahlawan sampah bernama Trashboy dan temannya Cleanboy (dari peserta) memerangi Raja Sampah. Ketika pertama kali melawan, Trashboy dan Cleanboy kalah. Namun untuk kedua kalinya dengan jurus 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Raja Sampah akhirnya terkalahkan. Pemateri juga menyelipkan cerita-cerita tentang bahaya sampah bagi satwa, serta pemilahan sampah-sampah. Anak-anak kelas 5 SDN Sindangsari mengikuti cerita yang dibawakan pemateri dengan antusias.
Setelah materi selesai, sebelum istirahat siang anak-anak diajak membuat pupuk kompos dari sampah basah yang dibawa dari rumah masing-masing. Pembuatan pupuk dilakukan dengan penambahan bakteri (EM4); pupuk ini juga akan digunakan pada kegiatan CPC hari berikutnya. Kegiatan terakhir pada CPC hari kedua ini ialah games Organik-Nonorganik. Setiap kelompok adu cepat dengan kelompok lain dalam mengambil dan memilah sampah. Walaupun harus saling tarik, terjatuh, dan sesekali tertinggal teman kelompok, anak-anak tetap tergelak-gelak. Lalu hasil yang lebih penting lagi dari games tersebut, bisa disimpulkan bahwa anak-anak sudah bisa membedakan sampah mana yang organik dan mana yang anorganik.
Day-3
Permainan Samurai bersama Fasilitator Utama

CPC minggu ke-3 ini bertemakan hubungan sampah dan satwa. Acara seperti biasa dimulai dengan perkenalan panitia baru kepada murid-murid oleh fasilitator utama yang biasa dipanggil Kak Idham. Para murid dibagi menjadi 6 kelompok untuk mengecat botol bekas di lapangan sekolah, yang nantinya akan menjadi pot untuk membuat apotik hidup. \Selesai mengecat yaitu pukul 11.30 para murid masuk ke ruang kelas untuk diberi pemahaman materi hubungan sampah, lingkungan, dan satwa. Materi dibawakan oleh Kak Dea Ajeng P dengan memakai kostum superhero.
Selesai materi pukul 12.30 para murid dipersilahkan istirahat makan siang dan solat. Pukul 13.30 kegiatan kembali dilanjutkan dengan permainan “samurai”, kemudian para murid dikumpulkan perkelompok dengan botol yang sudah siap untuk diisi tanah dan bibit tanaman. Pembagian bibit tanaman dipimpim oleh Kak Akbar, para murid sangat senang dengan bibit yang ada. Sebagian dari mereka bahkan sudah kenal beberapa jenis tanaman tersebut. Hari itu CPC ditutup dengan pengumuman mengenai hari puncak yang lebih seru, di Ragunan nanti.
Day-4
Ketua Pelaksana Berfoto dengan Peserta Saat Penutupan CPC 2016

Hari terakhir CPC 2016 dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2016. Hari itu merupakan puncak dari seluruh kegiatan CPC 2016, dimana lokasinya berbeda dari hari-hari sebelumnya yakni di Taman Margasatwa Ragunan. Sejumlah 47 siswa kelas V SDN Sindangsari sangat antusias mengikuti hari ini, sebab banyak permainan dan satwa-satwa yang menarik. Peserta bahkan sudah bersiap-siap dari pukul 06.30, kemudian berangkat pukul 08.00 dari Bogor ke lokasi.
Materi utamanya yakni hubungan antara sampah, lingkungan, dan satwa. Pematerinya adalah Dea Ajeng Pratiwi, yang membawakan suasana belajar lebih meriah serta seru. Anak-anak kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar, masing-masing kelompok terbagi lagi menjadi tiga kelompok kecil. Setiap kelompok besar jalan-jalan keliling Taman Margasatwa Ragunan sambil mempelajari hewan-hewan yang ada disana.
Setelah permainan dan pembelajaran hari itu selesai, anak-anak diajak mengikuti penutupan acara secara simbolis, dengan pemasangan pin bergambar hewan.

UKF Join With Children 2014

ujwc 1

Kelak nasib lingkungan ada di tangan mereka. Kepedulian dan rasa cinta yang telah tertanam menjadi pembimbingnya untuk memilih keputusan yang benar. Merekalah Siswa-siswi kelas 5 SD N Cibunar, Sukabumi Jawa barat dengan senyum polos dan rasa penasaran yang sangat tinggi, pahlawan lingkungan yang nantinya akan menjadi pemangku di kawasan Taman Nasonal Gunung Gede Pangrango. Mengingat lokasi tempat mereka tinggal dekat dengan taman nasonal yang sudah berdiri sejak 34 tahun yang lalu.

UKF Join With Children (UJWC) merupakan kegiatan pendidikan lingkungan dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap satwa serta habitatnya. Pendidikan lingkungan yang dapat dikategorikan penting ini terkadang luput untuk diberikan kepada siswa-siswi, baik secara teori maupun praktek langsung ke lapang,hal tersebutlah yang melatarbelakangi SD N 3 Cibunar sebagai lokasi UJCW tahun ini.

UJWC 2014 terlaksana pada tanggal 19 April, 26 April, 10 Mei, dan 17 Mei. Hari pertama dimulai dengan bermain tebak-tebakan dan pre test. Pre test serta post test diadakan setiap pertemuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan. Materi Bersih itu indah adalah materi yang disampaikan pada hari pertama, pemaparan yang interaktif serta pembuatan langsung tempat sampah organik dan non organik. Diharapkan dengan terjun langsung dalam pengecatan tempat sampah, para siswa dapat menjaganya dengan baik serta mulai belajar untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Didamping oleh beberapa kakak dari UKF, cat-cat yang berwarna indah, serta imajinasi mereka dalam berkarya, tong tong bekas seakan disulap menjadi tempat sampah yang menarik.

Ketika sampah terbuang dengan sembarangan kemudian masuk ke dalam badan air, pencemaran air akan terjadi. Akhirnya penyakit bermunculan, ekosistem perairan terganggu, dan mungkin bencana seperti banjir akan terjadi. Sehingga pemaparan tentang air juga dimasukkan di pertemuan pertama melalui pemutaran video. Video berjudul “Petualangan ke negeri Air bersama Banyu” ini menceritakan tentang pentingnya air bagi semua makhluk hidup beserta dampak yang terjadi jika air tercemar. Untuk lebih memahami makna dari film tersebut, beberapa siswa berkesempatan untuk menginterpretasi video di depan kelas.

ujwc 2Setelah sampah dan air yang terkait dengan kebersihan lingkungan, pada minggu kedua dijelaskan tentang makhluk hidup yang menghuni lingkungan selain manusia dan tumbuhan. Yaitu pengenalan hewan secara keseluruhan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar. Seperti mamalia, burung, ikan, reptil dan amphibi. Permainan menebak satwa salah satu moment yang menyenangkan. Perwakilan salah satu siswa dari satu kelompok bebas mengekspresikan gerakannya untuk kemudian ditebak oleh teman lainnya. Melempel di tembok untuk mengekspresikan cicak, mengayuhkan kedua tangannya seperti burung, atau bahkan bergeliat di tanah seperti ular yang sedang melata. Foto serta animasi menarik tidak lupa ditayangkan saat memaparkan lebih jelas tentang satwa yang jarang mereka lihat sehari-hari seperti orangutan, kancil, buaya dan masih banyak lagi. video tentang satwa juga terputar untuk memperkuat pemahaman para pahlawan lingkungan tersebut

Materi tentang ekosistem pada minggu ke tiga disampaikan di luar kelas, tepatnya di kawasan situ gunung. Antusias siswa-siswi tercermin di wajahnya. Gerakan mereka sangat bersemangat meskipun medan menuju Tegal Bungbuay, tempat kita berkumpul cukup licin dan menanjak. Lingkaran besar tercipta oleh deretan para siswa dan beberapa saat kemudian telah berpencar menjadi empat kelompok. Pemberian materi tentang ekosistem dan jarring-jaring makanan per kelompok oleh kakak pendamping diharapkan akan lebih efektif. Salah satu manfaat dari belajar di ruang terbuka adalah ilustrasi dari setiap komponen ekosistem seperti biotik atau abiotik dengan mudah ditemukan langsung. Suasana pun terlihat berbeda jika dibandingkan dengan belajar di dalam kelas.

IMG_1415Materi telah tersampaikan. Dan selanjutnya adalah pengamatan langsung tentang ekosistem hutan yang ada disekitar mereka. Jalur yang dipilih adalah jalur yang menuju Curug Sawer bersama kakak-kakak pendamping setiap kelompok. Selama perjalanan, pemaparan disampaikan lebih jelas tentang ekosistem beserta satwa-satwa yang hidup di dalamnya. Binokuler tiap kelompok sangat berguna ketika ingin melihat burung-burung yang beterbangan. Pahlawan-pahlawan lingkungan ini juga bersedia saat diminta untuk mengambil sampah selama perjalanan. Sesampainya di Curug Sawer rombongan tiap kelompok beristirahat dan bermain tentang jaring-jaring makanan dengan bantuan kertas bergambar. Setelah dirasa cukup istirahatnya, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Cinumpang. Semangat mulai hilang berganti keringat yang bercucuran. Beberapa anak langsung merebahkan badannya di rerumputan ketika sampai di Cinumpang. Ada juga yang masih berlarian kesana kemari.

Acara selanjutnya adalah permainan puzzle setelah sebelumnya bolu pisang menganjal perut mereka. Hadiah yang ditawarkan, Kekompakan dalam memutar balikkan kepingan puzzle, serta rasa penasaran dengan gambar yang akan muncul membuat mereka berlomba dalam menyusun puzzle tersebut. Puzzle tersebut menggambarkan berbagai ekosistem yang ada di alam. Seperti ekosistem pantai, hutan bakau, dan juga terumbu karang. Perwakilan setiap kelompok menceritakan apa yang tergambar di puzzle mereka mulai dari apa yang terlihat, hingga analisis sederhana tentang ekosistem tersebut.

UJWC minggu terakhir diikuti oleh banyak panitia. Meskipun tejadi sedikit kesalahan teknis di lapang, kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pengulasan kembali tentang tiga materi sebelumnya menjadi pembukaan kegiatan hari terakhir itu. Dilanjutkan dengan senam aerobic bersama-sama untuk menambah kebugaran serta semangat para siswa. Makanan yang mereka bawa disantap setelah aerobic selesai. Mereka saling berbagi dan mencicipi makanan satu sama lain.

Permainan selanjutnya adalah caterpillar. Kaki mereka saling terikat dan harus mencapai tujuan dengan cepat. Lalu materi terakhir dengan presentasi melalui laptop disampaikan setelah puas bermain. Setelahnya para siswa bebas berkreasi dengan menuangkan ide hasil materi yang disampaikan melalui gambar-gambar.

Tak terasa empat materi besar tentang sampah dan air, satwa, ekosistem, dan satwa dan habitatnya telah tersampaikan dengan baik dalam empat kali pertemuan. Hasilnya adalah bertambahnya ilmu dan kesadaran tentang pentingnya lingkungan oleh para siswa, serta mereka juga mampu melakukan upaya konservasi sederhana seperti memilih sampah yang akan dibuang, dan menjaga kelestarian ekosistem di sekitar.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bank BRI yang telah mensponsori kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar. Juga kepada Rakata, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hidup Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung(PJLKKHL), dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Pameran Konservasi: Peringatan 100 Tahun Konservasi di Indonesia

                    Sejarah konservasi bermula pada tahun 1912 saat didirikannya Nederlands Indische Vereniging tot Natuur Bescherming (perhimpunan Perlindungan Alam Hindia Belanda) oleh Dr. S.H. Koorders dkk.  Kemudian, pada 1913 perhimpunan ini berhasil menunjuk 12 kawasan yang perlu dilindungi di Pulau Jawa.  Tahun ini adalah tepat 1 abad atau 100 tahun dari awal pergerakan konservasi di indonesia. Peringatan 100 tahun konservasi pada tahun ini  dimeriahkan dengan menyelenggarakan kegiatan yang berupa pameran konservasi.

            Pameran konservasi adalah bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap upaya-upaya konservasi yang berlangsung di Indonesia. Secara khusus dalam acara ini juga memberikan pengetahuan khusus mengenai raptor migran kepada masyarakat umum. Acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian dan upaya penyadartahuan masyarakat mengenai konservasi.

                     Pameran ini diselenggarakan oleh Uni Konservasi Fauna-IPB yang didukung oleh PHKA subdit PJLKKHL. Kegiatan ini dihadiri penggiat konservasi dari kalangan mahasiswa yaitu kelompok Biologi-Universitas Negeri Jakarta, lawalata-IPB, Kehutanan Universitas Nusa Bangsa. Beberapa LSM Nasional maupun Internasional seperti Forum Harimau Kita, Raptor Indonesia (RAIN), Suaka Elang, Raptor Conservation Society, International Animal Rescue, Wildlife Conservation Society dan Wetland juga turut serta meramaikan pameran. Dari sisi pemerintahan diisi oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan dari perusahaan PT Agromas juga menjadi pengisi pameran.

                     Pameran ini diadakan di bukit gantole-puncak yang merupakan lokasi wisata milik PT Agro Mas, tepatnya di parkiran mobil. Di lokasi tersebut memang diperuntukkan sebagai titik awal kegiatan paralayang dan gantole, selain itu juga menawarkan pemandangan cukup menarik dan lanskap Bogor dari atas. Gantole puncak juga menjadi referensi tempat untuk melakukan kegiatan monitoring burung migran.

                     Kegiatan pameran dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 12-14 Oktober 2012. Hari pertama, Jumat, dipersiapkan untuk dekorasi dan pemasangan tenda. Kegiatan pameran mulai dibuka pada hari sabtu dan berakhir hari minggu sore.  Dua hari tersebut menjadi referensi waktu dengan tingkat pengunjung yang tinggi karena merupakan hari libur. Kebanyakan para remaja berpasangan yang mengunjungi lokasi tersebut, tidak jarang juga rombongan keluarga berkunjung kesana.

Acara ini dinilai berhasil dan sukses, dilihat dari animo pengunjung yang ramai selama 2 hari diselenggarakan. Pemberian informasi secara visual melalui poster, banner dan spanduk dapat secara sekilas memberikan gambaran tentang satwa-satwa yang dilindungi dan keadaannya sekarang di indonesia. Pengunjung juga berinteraksi secara langsung dengan pengisi stand pameran sehingga informasi dapat disalurkan lebih banyak untuk para pengunjung mengenai konservasi dan upaya-upayanya. Para pengunjung juga cukup senang dengan diselenggarakannya kegiatan pameran ini, terbukti dari testimoni yang kami fasilitasi untuk para pengunjung. Dari para pengisi stand pun menanggapi dengan apresiasi yang tinggi atas kegiatan ini dan berharap diadakan kembali untuk yang akan datang.

                 Obrolan warung kopi juga tak kalah menarik untuk diikuti oleh para pengunjung dan pengisi stand. Dengan suasana warung kopi yang santai memang didesain agar materi-materi obrolan dapat lebih mudah dipahami oleh para pengunjung yang hadir. Kopi, teh, dan cemilan gratis ditawarkan untuk menarik pengunjung agar ikut berpartisipasi dalam obrolan warung kopi tersebut. Hari pertama obrolan warung kopi mendiskusikan mengenai raptor, kita dan konservasi yang disampaikan oleh kang adam dari seorang anggota komisi konservasi dari Raptor Research Foundation. Ditambah lagi oleh mas koeswandono yang bekerja di PJLKKHL di bogor. Hari kedua dihaidir pembicara dari bu Syartinilia dari Arsitektur lanscape dan kang Usep Suparman dari RCS. Ibu Syartinilia membahas mengenai perilaku salah satu burung migran yaitu sikep madu asia (Oriental Honey Buzzard), sedangkan Kang Usep membahas mengenai ekowisata berbasis raptor. Pada malam hari, sebagai rangkaian acara pameran diadakan pemutaran film-film mengenai raptor dan lingkungan secara umum dan film dokumenter mengenai satwaliar.

 

Tim 6 UKF

Olimpiade Lingkungan 2012

           Lingkungan hidup merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan juga dapat mencerminkan karakter bangsa menjadi lebih baik atau buruk. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara, tapi juga seluruh masyarakat, sejak dini hingga usia tua. Dalam upaya penyadartahuan pentingnya lingkungan bagi kehidupan, Uni Konservasi Fauna IPB (UKF IPB) menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bernama OLIMPIADE LINGKUNGAN. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa/i SMA secara khusus dan masyarakat secara umum untuk menjaga lingkungan sekitar mereka.

              Pada tahun ini adalah kali ketiga UKF menyelenggarakan Olimpiade Lingkungan. Tema tahun ini adalah “Cerdas dan Kreatif dalam Penanggulangan Sampah” dengan lingkup seluruh SMA/SMK/Sederajat di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2012 di Auditorium Toyib Hadiwijaya ini mampu mengundang lebih dari 20 sekolah dengan jumlah mencapai 150 peserta. Tahun ini, cabang lomba yang diadakan antara lain Lomba Cepat Tepat Konservasi (LCTK), Lomba Creative Product (LCP), Lomba Desain Poster (LDP), Lomba Creative Concept (LCC), dan Lomba Film Dokumenter (LFD).

              Registrasi peserta dimulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Lisa Adiyanti sebagaiketua pelaksana, dilanjutkan oleh Wahyu Iskandar sebagai Ketua Umum UKF, serta diakhiri oleh pembina kita, Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo, MSc.F sekaligus meresmikan pembukaan kegiatan ini. Kegiatan selanjutnya yaitu diskusi yang disampaikan oleh Alm. Bapak Hapsoro, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Beliau menyampaikan diskusi dengan bercerita mengenai pengalamannya menanggulangi sampah di sungai Ciliwung, serta perjuangan KPC dalam menanggulangi sampah di sekitar sungai ciliwung. Di akhir sesi ada beberapa pertanyaan dan diskusi singkat mengenai tema tersebut.

               Pelaksanaan lomba pun dimulai pada pukul 09.00 WIB, diawali dengan peserta Lomba Creative Product yang dibimbing menuju tempatnya masing-masing untuk dilakukan penilaian oleh juri sementara peserta Lomba Cepat Tepat Konservasi melaksanakan babak penyisihan. Para finalis Lomba Desain Poster pun dibawa ke ruangan lain dan diminta untuk membuat satu poster dengan tema dan bahan yang telah ditentukan oleh panitia yang selanjutnya akan dinilai oleh juri. Satu jam lamanya para peserta LCTK mengerjakan soal yang diberikan. Acara disusul dengan presentasi dari para finalis Lomba Creative Concept dan Lomba Film Dokumenter.

               Tengah hari yaitu tepat pukul 12.00 WIB, para peserta dan pendamping beristirahat. Kegiatan ini diisi untuk beribadah, makan siang, berbelanja souvenir khas IPB, mengisi papan testimoni, serta berfoto di photobooth. Apresiasi dari peserta cukup besar dalam Olimpiade Lingkungan, terlihat dari banyaknya komentar di papan testimoni yang mendukung kegiatan ini, harapan untuk ke depannya, atau sekedar memberikan komentar lucu. Setelah beristirahat selama 1 jam, MC membacakan peserta LCTK yang lolos ke babak semifinal. Sembilan orang perwakilan dari tim yang terpilih diminta untuk maju ke depan panggung untuk melakukan pengundian pembagian tim yang akan maju dalam babak ini. Babak semifinal LCTK cukup mendebarkan. Dari babak ini, dengan 3 tim didapatkan nilai terbaik untuk maju ke babak final. Tim yang melanjutkan ke babak final ialah MAN Surade dari grup A, SMAN 1 Jasinga dari Grup B, serta SMA Kosgoro dari Grup C. Para pendukung pun berusaha memberikan semangatnya untuk masing-masing tim. Soal yang diberikan mencakup soal wajib, yaitu soal yang harus dijawab oleh setiap tim, soal rebutan, serta tarung nilai.

                Pada soal tarung nilai, para peserta diberikan satu buah studi kasus mengenai lingkungan. Setiap tim diminta untuk mempertaruhkan nilai yang mereka punya dan menjawab soal tersebut. Pada saat itu, persaingan cukup ketat dimana setiap tim berpeluang untuk menjadi juara satu, tergantung dari nilai yang mereka pertaruhkan dan benar atau tidaknya jawaban mereka. Dan akhirnya, MAN Surade berhasil menjadi juara satu dalam Lomba Cepat Tepat Konservasi tahun ini. Sebagai penutup, MC mengumumkan para pemenang dari setiap lomba. Para pemenang dari setiap lomba diminta untuk maju ke atas panggung untuk penyerahan piala, uang pembinaan, serta voucher hadiah dari sponsor. Berikut adalah para pemenang untuk setiap perlombaan.

        1. Lomba Cepat Tepat Konservasi

Juara I                    : MAN Surade

Juara II                  : SMAN 1 Jasinga

Juara III                : SMA Kosgoro Bogor

        2. Lomba Creative Concept 

Juara I                   : SMAN 1 Singaparna

Juara II                  : MAN Insan Cendekia

Juara III                : SMAN 12 Jakarta

         3. Lomba Creative Product

Juara I                   : SMAN 1 Bogor (Bunga Lampu)

Juara II                 : SMAN 4 Pandeglang (Mini Mr. Case)

Juara III                : SMAN 1 Sukabumi (Lukisan Plastik)

       4. Lomba Desain Poster

Juara I                    : SMAI Al-Azhar Kelapa Gading (a.n. Ayu Hapsari Z.)

Juara II                  : SMAN 1 Singaparna (a.n. Teguh Dwi Prayoga)

Juara III                : SMA Korpri Bekasi (a.n. Sultan Rafi D.)

Juara Favorit        : SMAN 1 Indramayu (a.n. Moch Fajar S.)

       5. Lomba Film Dokumenter

Juara I                   : SMAN 1 Singaparna

Juara II                  : SMAN 1 Leuwiliang

                                                                     Juara Umum Olimpiade Lingkungan 2012

                                                                                         SMAN 1 Singaparna

             Olimpiade Lingkungan 2012 telah berakhir dengan sukses. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan ini, dari IPB, sinde, paparons pizza, dan ali baba restaurant sebagai sponsor acara, serta seputarkampus.com dan pena aksi sebagai media partner dalam kegiatan ini. Semoga acara ini menjadi peringatan bagi kita untuk selalu menjaga lingkungan, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selamat kepada para menenang dan sampai jumpa di Olimpiade Lingkungan berikutnya.

 

Tim Olimpiade Lingkungan 2012

UKF JOIN WITH CHILDREN 2012

            Kegiatan UKF Join With Children 2012 merupakan salah satu kegiatan UKF di bidang Sosial dan Lingkungan yang sasarannya adalah anak-anak SD. Tahun ini UKF  Join With Chindren atau biasa disebut UJWC bertempat di SDN Gunung Bunder 04 yang lokasinya dekat dengan pintu gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak.  Sasarannya adalah seluruh siswa kelas 5 SD tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah agar siswa dapat ikut serta dalam pelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan siswa pada satwa dan upaya konservasi secara sederhana. UJWC dilaksanakan pada tanggal 26-27 Mei, 2 Juni, dan 10 Juni 2012. Terdapat tiga materi pokok yang disampaikan yaitu ekosistem, sampah, dan satwa.

Materi pada hari pertama UJWC pada tanggal 26 Mei 2012 adalah tentang ekosistem dan sampah. Setelah pembukaan dan ice breaking, siswa dibagi menjadi 7 kelompok dan didampingi oleh 1-2 orang pemateri. Setiap kelompok dibebaskan untuk belajar dimana saja sekitar sekolah dengan durasi satu jam. Setiap anak diberikan modul materi dan pemateri membawa alat bantu berupa kartu ekosistem. Materi ini mengenalkan kepada siswa tentang pengertian ekosistem, macam-macam ekosistem, pentingnya menjaga ekosistem, pengertian sampah, sumber sampah, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan bahaya yang ditimbulkan sampah terhadap ekosistem di sekitar mereka. Setelah materi selesai, siswa dikumpulkan kembali dan dibagi menjadi 2 kelompok besar. Tujuannya adalah untuk memudahkan mobilisasi ke tempat aplikasi. Satu kelompok ke ekosistem sawah dan kelompok lain ke ekosistem hutan. Aplikasi ini bertujuan untuk mengenalkan siswa langsung kepada ekosistem yang ada di sekitar mereka, agar mereka lebih paham dengan materi yang disampaikan. Durasi untuk aplikasi kurang lebih 45 menit. Setelah kegiatan aplikasi, siswa dikumpulkan kembali untuk bermain games dan membuat ‘Pohon Harapan’ yang berisi janji para siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan. Setelah itu siswa diperbolehkan untuk pulang.

Hari kedua UJWC pada tanggal 27 Mei 2012 diisi dengan kegiatan menanam pohon di sekitar sekolah. Sebelum menanam, siswa dikumpulkan di kelas untuk me-review kembali materi ekosistem dan sampah. Setelah itu dilakukan ice breaking dan games sebagai pemanasan. Acara dilanjutkan dengan sedikit pengarahan cara menanam oleh Kak Wahyu Iskandar. Lalu siswa secara bergantian mengambil bibit dan menanamnya di sekitar sekolah. Uniknya, bibit yang mereka tanam, diberikan tanda dengan menggantungkan plastik berisi kertas yang bertuliskan nama dan cita-cita mereka. Sehingga siswa lebih mempunyai perasaan memiliki terhadap pohon tersebut. Selain itu, mereka juga wajib untuk merawatnya dengan menyiraminya setiap pagi.  Harapannya mereka dengan senang hati akan merawat tanaman yang berisi harapan mereka.

            UJWC selanjutnya pada tanggal 2 Juni 2012 masih dilaksanakan di tempat yang sama. Di hari ketiga ini, materi yang disampaikan mengenai satwa. Kegiatan pemberian materi dibagi 2 sesi, yang pertama tentang pengertian satwa dan awareness diberikan oleh IAR (International Animal Rescue) yang merupakan salah satu LSM yang menjadi sponsor kegiatan UJWC ini. Selain itu juga, siswa diajak nonton film bersama yang berjudul bumi kura-kura. Film ini memceritakan kerusakan bumi yang berada dicangkang kura-kura akibat ulah para monyet yang terus merusak hutan. Materi selanjutnya dilanjutkan di Bunder Pass yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tujuannya agar siswa tidak bosan dan tujuan lain adalah untuk mengenalkan siswa kepada habitat satwa dan satwa yang berada di sekitarnya. Tak lupa wali kelas dari siswa ikut mendampingi. Setelah materi usai dilanjutkan dengan permainan puzzle dan makan siang bersama. Hal ini bertujuan untuk lebih mengakrabkan panitia dengan peserta. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan foto bersama.

Pada hari terakhir, Minggu 10 Juni 2012, siswa diajak untuk kunjungan ke Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor. Di dalam Museum Zoologi, siswa diajak berkeliling untuk melihat berbagai macam jenis fauna di Indonesia. Saat melihat, siswa dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok aves, kelompok mamalia, dan kelompok insekta. Fauna yang berada di Museum Zoologi antara lain aves, mamalia, fauna perairan, reptile-amfibi, dan insekta. Setelah berkeliling, siswa diajak menuju taman di dekat pintu 3 Kebun Raya Bogor. Disana, siswa diajak untuk bermain games yang dibagi menjadi 3 pos, antara lain pos ular-tangga ekosistem, pos search and match fauna, dan pos rantai makanan. Tujuan dari permaianan ini adalah agar siswa mengerti tentang ekosistem satwa, mengetahui jenis-jenis satwa dan habitatnya, serta fungsi dari rantai makanan bagi satwa. Kegiatan ditutup dengan berfoto bersama, pemberian hadiah dan kenang-kenangan kepada siswa dan pihak sekolah.

Rangkaian kegiatan UJWC 2012 telah terlaksana dengan sukses. Siswa telah mampu memahami pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, siswa sudah mampu mengaplikasikan upaya konservasi secara sederhana di kehidupan sehari-hari seperti menanam pohon dan mengenal tentang satwa di sekitar lingkungannya.