OLIMPIADE LINGKUNGAN (OL)

Acara Olimpiade Lingkungan ini merupakan upaya pendidikan lingkungan kepada siswa SMA dan/atau sederajat. Program tahunan ini dikemas dalam serangkaian lomba yang terdiri dari Lomba Cepat Tepat Konservasi (LCTK), creative concept and product, dan film dokumenter. dan Lomba Desain Poster (LDP). LCTK, Final CCP, Final LDP Final film dokumenter  dilaksanakan dalam waktu yang sama dan merupakan  puncak acara dari Olimpiade Lingkungan yang akan dilaksanakan di kampus IPB darmaga. Lomba Cepat Tepat Konservasi                Tema LCTK adalah “Conservation for All”. Materi yang diangkat pada LCTK ini, terklasifikasi menjadi komponen lingkungan, fungsi lingkungan, manfaat lingkungan, hubungan antara lingkungan dengan manusia, dampak dan penyebab kerusakan lingkungan serta upaya-upaya menjaga lingkungan. LCTK terdiri dari tiga babak yaitu kualifikasi, semifinal, dan final. Babak kualifikasi berupa tes tertulis yang diikuti oleh seluruh tim yang mendaftar. Sembilan tim yang lolos babak kualifikasi akan maju ke babak semifinal. Babak final hanya diikuti oleh tiga tim yang akan memperebutkan juara I, II, dan III. Babak semifinal dan final berupa lomba cepat tepat. Juri dalam...
Read More

UKF Join with Children (UJWC)

UKF Join With Children (UJWC) merupakan bentuk pengabdian UKF kepada masyarakat dengan membina, mendampingi dan mengikutsertakan masyarakat dalam usaha-usaha pelestarian fauna. Sasaran program jangka panjang ini adalah siswa Sekolah Dasar (SD) kelas IV dam V dari lingkar Kampus IPB Darmaga hingga SD pelosok di sekitar Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kegiatan UKF Join with Children dibagi atas: Pendidikan Konservasi di Sekolah Dasar Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Mei 2012 hingga Juni 2012. Tim Uni Konservasi Fauna IPB UKF IPB mengunjungi Sekolah Dasar yang telah ditentukan.  Proses pendidikan konservasi dilaksanakan di dalam ruang kelas seperti kegiatan belajar mengajar. Tim memberikan materi tentang kebersihan lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal, pengenalan satwaliar di Indonesia dan upaya konservasi fauna. Perkenalan Kegiatan Adapun materi yang disampaikan meliputi lingkup kerja dan kegiatan UKF seputar dunia konservasi fauna. Penyuluhan Materi Materi yang disampaikan terdiri dari materi Kebersihan Lingkungan serta materi Pengenalan Satwa dan Habitatnya....
Read More

EKSPLORASI KOLABORATIF TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN (TNBBS)

Eksplorasi Kolaboratif Taman Nasional Bukit barisan Selatan (TNBBS)  merupakan kegiatan Eksplorasi Kolaboratif yang ke 5  sejak UKF berdiri pada tahun 2004. Kegiatan ini direncanakan akan diselenggarakan selama sepuluh hari yaitu tanggal 9 hingga 19 Juli 2012 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Uni Konservasi Fauna yang terbagi dalam Divisi Konservasi (DK) Burung, DK Karnivora, DK Herbivora, DK Primata, DK Insekta, DK Eksitu, DK Reptil-Amfibi, DK Fauna Perairan. Direncanakan tim akan berangkat dari kampus IPB Dramaga pada tanggal 8 Juli 2012. Tim memulai kegiatan pengambilan data baik langsung maupun tidak langsung pada hari ke tiga yaitu pada tanggal 11 Juli. Pengambilan data serta gambar hasil perjumpaan langsung tersebut dilakukan selama 4 hari hingga tanggal 15 Oktober. Pada.  Pada dua hari terakhir kegiatan, dilakukan proses penyesuaian  dan keterkaitan antara potensi satwa disetiap jalur dengan karakteristik habitat tiap jalur tersebut. Data yang diperoleh selanjutnya diintegrasikan dalam bentuk analisis sesuai kajian satwa. Hasil analisis tertuang dalam bentuk informasi yang...
Read More
Sua Raptor

Sua Raptor

berikut rincian acara dan hal-hal yang harus di siapkan peserta Sua Raptor Rundown SUA RAPTOR UKF EXPO 2011 sabtu /26 november waktu kegiatan lokasi keterangan 09.00 kumpul panitia pelataran GWW pengecekan perlengkapan, logistik, transport, administrasi,dll 09.30 briefing panitia pelataran GWW penjelaskan acara dan pembagian tugas oleh korlap 10.00-10.30 kumpul peserta pelataran GWW kedatangan peserta 10.30-11.00 briefing peserta pelataran GWW pengecekan dan penjelasan teknis acara untuk peserta 11.00-16.00 perjalanan truk perjalan menuju homestay di citalahab 16.00-17.00 ishoma homestay peserta istirahat untuk sholat dan makan 17.00-18.00 Acara pembukaan homestay Acara sambutan dari Taman Nasional dan tokoh masyarakat 18.00-19.30 ishoma homestay peserta istirahat untuk sholat dan makan 19.30-21.00 pembekalan homestay pembekalan peserta mengenai  raptor dan dasar-dasar pengamatan 21.00-21.30 briefing panitia homestay persiapan besok 21.30..... istirahat homestay tidur minggu/27 november 05.00-06.00 bangun tidur homestay sholat, olah raga 06.00-07.00 mandi  dan sarapan homestay 07.00-08.30 acara bebas looptrail pengamatan di looptrail 08.30-09.00 briefing homestay briefing peserta dan persiapan pengmatan 09.00-11.00 pengamatan kebun teh kegiatan pengamatan raptor 11.00-12.00 sharing cikaniki penjelasan esensi semua kegiatan yang telah dilakukan 12.00-12.30 istirahat sholat cikaniki sholat 12.30-13.00 perjalanan ke homestay cikaniki Lewat looptrail 13.00-13.30 persiapan pulang  homestay makan-beres2 perlengkapan 13.30-14.00 mobilisasi ke truk briefing peserta 14.00-19.00 pulang  Truk perjalanan ke ipb   [box type="bio"]SOP PESERTA Wajib 1.       Sepatu/boot 2.       Raincoat 3.       Sleeping bag 4.       Senter 5.       Tempat minum 6.       Topi 7.       Alat tulis Opsinal 1.       Payung 2.       Kacamata hitam 3.       Baju lengan panjang  [/box] AKSES Teminal baranang siang → naik angkot 03 → naik angkot kampus dalam → GWW Stasiun bogor → naik angkot 03 → naik angkot kamps dalam → GWW   bagi peserta yang ingin datang sehari sebelum bisa menginap...
Read More
Bufferzone di Pesisir Pantai

Bufferzone di Pesisir Pantai

Siapa sangka indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Memang bukan hal yang tidak mungkin fakta tersebut disandang Indonesia. Jumlah pulau besar dan kecil yang mencapai 17,480 telah membentangkan garis pantai sepanjang 95.181 km atau setara dengan dua kali keliling bumi. Tentunya bentangan pesona pantai tidak hanya menyediakan pemandangan eksotik. Terdapat kekayaan alam yang tak terhitung harganya bila dirupiahkan. Pesisir pantai mengandung produktivitas hayati tinggi dengan keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia. Batas dua ekosistem tersebut menjadi pusat kegiatan rekreasi, transportasi, industri, permukiman, pelabuhan, bisnis, jasa lingkungan yang mendukung pembangunan. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi ekonomi, sektor kelautan dan perikanan  pada GDP yakni sebesar 24,5% dari total GDP nasional Di balik kekayaan kawasan pesisir, ternyata anugerah tersebut tidak luput  dari potensi kerusakan baik yang berasal secara alamiah maupun akibat ulah manusia. Dari 440 kabupaten atau kota yang berada di pesisir,  atau sekitar 88% dari jumlah kota dan kabupaten yang terdapat di indonesia , seluruhnya berpotensi terkena tsunami, abrasi, dan...
Read More
Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau

Fenomena pemanasan bumi, degradasi kualitas lingkungan, dan bencana lingkungan menyadarkan kita pentingnya keberlanjutan kota demi kelangsungan kehidupan umat manusia. Kota-kota di Indonesia tengah menuju bunuh diri ekologis dan perkotaan - banjir, rob, krisis air bersih, kemacetan lalu lintas, pencemaran udara, penyakit lingkungan dan punahnya kehati. Kota harus memperbaiki diri, mulai dari hunian hijau, lingkungan hijau, dan kota hijau. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai penyeimbang ekosistem kota - sistem hidrologi, klimatologi, KEHATI, dan sistem ekologi lainnya untuk meningkatkan kualitas LH dan estetika kota, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kehidupan yang berkualitas. Menurut penelitian idealnya sebuah kota memiliki luasan ruang terbuka hijau sebesar 30 %. Perhitungan ini didasarkan dari variabel luasan wilayah, kepadatan penduduk, dan besarnya polutan dari sebuah kota yang dapat diserap oleh vegetasi. Kota-kota di negara lain mempunyai rencana untuk terus menambah luasan RTH di kotanya seperti kota New York 25,2% yang direncanakan tercapai pada tahun 2020, Tokyo (32%, 2015), London (39% , 2020), Singapura (56%, 2034), Beijing (43%, 2050), atau Curitiba...
Read More