DivisiFakfak April - Essence of OceanKonservasi Fauna Perairan

#Fakfak : Divisi Konservasi Fauna Perairan

Uni Konservasi Fauna (UKF) merupakan unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada bidang konservasi fauna di Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam fauna, dari fauna yang melata, melompat,terbang hingga fauna yang berada diperairan. Karena  Indonesia memiliki keanekaragaman fauna, maka UKF juga memiliki beberapa divisi untuk mengkaji fauna-fauna yang ada seperti, Divisi Konservasi Insekta (DKI), Divisi Konservasi Karnivora (DKK), Divisi Konservasi Burung (DKB), Divisi Konservasi Reptil Amfibi (DKRA), Divisi Konservasi Herbivora (DKH), Divisi Konservasi Primata (DKP), Divisi Konservasi Eksitu (DKE), dan Divisi Konservasi Fauna Perairan (DKFP). 

Memiliki berbagai macam ekosistem dari dataran rendah, dataran salju di puncak Jaya Wijaya hingga terumbu karang. Indonesia memiliki laut yang luas, dengan demikian indonesia juga memiliki keanekaragaman fauna perairan yang cukup tinggi. Maka dari itu, perlu adanya DIvisi Konservasi Fauna Perairan (DFKP) untuk mengkaji fauna-fauna perairan yang ada di Indonesia. Hal tersebut penting untuk di lakukan karena  fauna-fauna perairan memiliki nilai ekologis terhadap lingkungan perairan. Jika perairan rusak maka hal tersebut akan berpengaruh juga terhadap kehidupan manusia.

Divisi Konservasi Fauna Perairan di UKF rata-rata baru mengkaji makrozoobentos dan ikan sungai, atau ikan yang hidup di zona intetidal karena keterbatasan sumber daya manusia dan alat. Makrozoobentos sendiri adalah hewan yang berukuran relatif besar yang dapat di temukan di dasar perairan. Makrozoobentos dapat dijadikan sebagai petunjuk kualitas lingkungan.

Terdapat lima fauna perairan berdasarkan tempat hidupnya yaitu plankton yang hidup melayang-layang mengikuti arus termasuk megaplankton seperti ubur-ubur. Kemudian hewan yang hidup di atas  permukaan air, neuston seperti serangga air. Perifeton yaitu fauna yang menempel pada substrat. Bentos, fauna yang hidup di dasar memiliki ukuran yang lebih mudah untuk diamati dan banyak dimanfaatkan. Lalu ada nekton yaitu fauna yang dapat bergerak bebas di perairan.

Dalam melakukan pengamatan DKFP menggunakan beberapa metode antara lain metode transek kuadrat yaitu menetapkan stasiun atau plot area yang akan di teliti sepanjang badan sungai. Kemudian ada transek garis yaitu hanya menarik garis lurus dari ujung sungai hingga ke ujung sungai lainnya tanpa menggunakan stasiun atau plot area. Lalu ada trap yaitu dengan menggunakan perangkap seperti bubu. Yang terakhir ada sensus visual.

Saat ini DKFP sedang melakukan acara Biodiversitas di danau LSI yang berada di belakang perpustakaan IPB. Kegiatan tersebut  merupakan kolaborasi dengan ATLANTIK Himasper yang akan dilaksanakan pada sabtu, 21 april 2018. Bioata yang akan di ambil juga  beragam dan terbilang baru untuk DKFP. Hal tersebut dapat menjadi
wadah bagi DKFPers belajar lebih banyak tentang fauna perairan.

DKFP itu seru jelas karena aku menjalani apa yang aku suka (kak Adel DKFP13). Seneng-seneng aja, nyambung sama departemen, kajiannya luas (terumbu karang, mamalia air, dll.) tetepi, di UKF masih kurang praktek jadi ke bawah-bawah kurang interest, bingung kalau di air tawar, karena itu-itu aja hehehe (Teteh DKFP12)

 

Oleh: Ai Sukma | DKB UKF 15

Leave a Reply