Bajing terkecil terdapat di Kalimantan

Bajing Kerdil Dataran Rendah Ketiga bajing ini memiliki ukuran sebesar jari jempol kaki orang dewasa. Masyarakat Kalimantan khususnya daerah Ketapang menyebut bajing kerdil ini dengan nama klingsat atau pungkang. Mereka sangat lucu dalam bertingkah laku, berjalan pelan-pelan dipangkal batang pohon kemudian berlari sangat cepat menuju ranting pohon tertinggi. Selain itu, mereka sering terlihat berdiam diri dibatang pohon sambil menggerigiti kulitnya untuk mencari makan. Disaat seperti inilah kita dapat mendekati  dan melihatnya dengan jelas atau bahkan mengabadikannya dengan menggunakan kamera. Kedua bajing ini aktif di siang hari (diurnal), tetapi pada pagi hari lebih sering terdengar suaranya yang saling bersahutan antara individu yang satu dengan individu lainnya. Suaranya kecil melengking dan bernada yang membuat kita terkadang tidak bisa membedakan dengan suara burung. Bajing Kerdil Telinga Kuncung Bajing kerdil telinga hitam Bajing Kerdil Telinga Hitam Bajing-kerdil telinga-hitam memiliki coretan hitam yang melintang dibagian sisi kepala, penyebarannya sangat luas sampai dipulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Di Kalimantan Barat, bajing ini sangat umum dapat menempati...
Read More
Konservasi Herbivora Sulawesi

Konservasi Herbivora Sulawesi

Indonesia memiliki fauna yang sangat beragam dan tinggi, hal ini terjadi karena Indonesia memiliki wilayah yang luas dan beriklim tropis serta ekosistem yang beragam pula. Keanekaragaman yang tinggi disebabkan oleh Garis Wallace yang membagi Indonesia menjadi dua area yaitu zona zoogeografi asia dan zoogeografi Australasia. Pulau Sulawesi merupakan merupakan akhir dari penyebaran fauna oriental (Asia). Selat Makasar yang dikenal sebagai pemisah garis Wallace  merupakan benteng alam yang tidak dapat ditembus oleh penyebaran fauna dari wilayah barat, oleh karena itu pulau Sulawesi memiliki keunikan tersendiri ditinjau dari komunitas biologinya. Sehingga memiliki tingkat endemisitas fauna yang tinggi. Bahkan beberapa ahli menyebutkan bahwa pulau Sulawesi menunjukkan ciri dari wujud suatu pulau oseanik. Spesies asli mamalia di pulau Sulawesi sejumlah 223 dan sebanyak 126 di antaranya endemik daerah ini.  Dua satwa langka herbivora di pulau sulawesi diantaranya: 1. Anoa Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies yaitu: Anoa Dataran Rendah...
Read More

Fieldguide Satwa Herbivora Sejawa

Sebagai bentuk nyata dari usaha konservasi satwa herbivora, Divisi Konservasi Herbivora Uni Konservasi Fauna IPB menerbitkan fieldguide untuk satwa Herbivora sejawa. Fieldguide ini berisi penjelasan tentang ciri umum, perilaku, habitat dan distribusi satwa herbivora yang ada di Jawa, seperti badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), banteng (Bos javanicus), Kancil (Tragulus javanicus) dan sebagainya. Selain penjelasan tentang satwanya fildguide ini juga berisi tentang penjelasan metode penelitian satwa herbivora tersebut. Beberapa metode yang dibahas tersebut adalah metode transek jalur, transek garis, penggiringan, dan concentration count. Selain penjelasan tentang metode juga disertai dengan cara untuk menganalisinya. Bagi yang ingin memiliki e-book nya, bisa di download disini. DOWNLOAD...
Read More