Sistem Pertahan pada Spesies Proceratophrys boiei (Wied-Neuwied, 1824) (Amphibia, Anura, Cycloramphidae)

Sejumlah besar keragaman predator, habitat dan keanekaragaman jenis menyebabkan suatu spesies mangsa memiliki berbagai macam teknik pertahanan diri untuk menghindari predator. Ini berlaku juga pada bangsa katak. Teknik pertahan ini didasarkan kepada mekanisme tingkah-laku/kebiasaan bawaan untuk mengelabui predator dalam mendeteksi keberadaan katak tersebut untuk dimangsa. Dalam review jurnal ini, penulis memaparkan salah satu kebisaan pertahanan diri pada spesies Proceratophrys boiei. Kebiasaan ini juga dapat ditemui pada bangsa-bangsa lain seperti Cycloramphidae, Microhylidae, Leptodactylidae and Bufonidae. Bangsa katak relative lebih kecil, lambat, dan memiliki perlindungan terluar (kulit) yang lunak Jika dibandingkan dengan vertebrata lain, seperti burung, reptile, dan mamalia yang memiliki kulit yang memberikan perlindungan seperti rambut, bulu, atau sisik. (Duellman, 1994). Karakteristik ini menyebakan bangsa katak sangat rentan pada mekanisme predasi. Mekanisme preasi sangat berperan penting dalam perkembangan sistem adaptasi dan pertahanan diri pada katak. Seperti adanya kelenjar toksik atau sekresi zat lain yang tidak disukai oleh predator sehingga enggan untuk memangsanya. Kolaborasi warna pada kulit katak yang menyebabkan predator sulit tuk...
Read More