Kupu-kupu, Ngengat dan Skiper

Kupu-kupu, Ngengat dan Skiper

Saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai apa sebenarnya kupu-kupu, ngengat dan skiper itu. Banyak yang menjelaskan dengan pengertian bahwa kupu-kupu itu adanya siang hari, ngengat itu malam hari, dan skiper itu yang seperti pesawat ulang-alik. Atau kupu-kupu itu yang berwarna-warni dan ngengat lebih kusam. Tidak-apa-apa memang, sebagian besar ngengat memang nokturnal meski ada juga yang siang hari mereka terbang. Namun untuk perbedaan warna akan lebih menyesatkan karena tidak sedikit kupu-kupu yang berwarna kusam dan ngengat yang berwarna cerah dan indah. Dalam artikel ini akan saya coba jelaskan apa yang sering kita sebut kupu, ngengat dan skiper. Ketiga hewan tersebut adalah serangga yang masuk kedalam ordo Lepidoptera atau dalam inggris Butterfly dalam bahasa Indonesia kupu-kupu. Nah, disini mulai rancu ketika kita mengalih bahasakan Lepidoptera menjadi kupu-kupu. Karena ngngat dan skiper termasuk kupu-kupu. Oke kita sebut saja Lepidoptera. Ordo ini, Lepidoptera, memiliki ciri khas pada sayapnya yang seperti terbuat dari kumplan sisik-sisik halus. Sehingga ketika kita pegang sayapnya akan ada sesuatu yang menempel di tangan seperti...
Read More

Catatan Harian Kegiatan Eksplorasi Evolusi 9 DKI

Hari Jum’at tanggal 15 April 2011 sekitar pukul 15.00 WIB, tim eksplorasi evolusi 8 Divisi Konservasi Insekta (DKI) gelombang pertama memulai perjalanan menuju Resort Gunung Bunder Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Tim eksplor gelombang pertama ini terdiri atas angkatan 8: Yaumil, Lisa, dan Aldi; angkatan 7: Irfan dan Azra; dan angkatan 6; Wathri. Keberangkatan tersebut mundur sekitar satu jam dari jadwal yang telah direncanakan karena salah satu anggota yang masih memiliki kepentingan. Perjalanan ditempuh kurang dari satu setengah jam dengan mobil alias angkot. Sesampainya di tempat pemberhentian, yaitu di Pasir Reungit dekat kawasan wisata Curug Ngumpet kami terkendala menuju perkemahan karena kami tidak memegang SIMAKSI sebagai tiket masuk memasuki kawasan. SIMAKSI tersebut dipegang oleh Gilang yang memang saat itu masih dalam perjalanan dari Balai TNGHS Kabandungan untuk mengurus SIMAKSI. Akhirnya, Wathri sebagai ketua divisi yang saat itu bertanggung jawab juga perihal kegiatan ini ‘berdiskusi’ dengan pihak setempat. Sembari menunggu, kami menunaikan shalat Ashar dan istirahat sejenak. Sekitar pukul 17.30...
Read More