Di Legon Pakis

Di Legon Pakis

Di sinilah aroma angin Barat berbaur oleh tiga ekosistem yang penuh ketegangan, belantara perawan bertabur nuansa magis yang kental, sawah yang diolah untuk penghidupan keseharian,  dan teluk dengan irama gelombang yang lamban. Terasa subtil memang, tapi Legon Pakis berada dalam tapal batas Taman Nasional (bagian lembaga negara yang mengelola kawasan pelestarian alam) yang sesekali menampilkan sosok yang menakutkan bagi warga yang berdiam diri di sana. Ada semacam simtom untuk merelokasi mereka yang tinggal di Legon Pakis, konon demi kehidupan badak jawa yang terancam punah, konon pula, karena mereka tinggal di wilayah yang tidak seharusnya. Kita memang tidak tahu pasti tabiat kekuasaan yang beroperasi dengan pelbagai karakter, tapi kita tahu, negara berkewajiban menaungi warganya, sebagaimana dalam sila pancasila. Namun, ketika kita berada di Legon Pakis, perkampungan yang sunyi itu, kita tahu seorang yang tinggal di sana hanya ingin tenang mengolah sawah, mengail ikan di teluk, dan sesekali menjadi penunjuk jalan bagi mereka yang ingin berwisata di Ujung Kulon. Kita tak tahu pasti,...
Read More