Requiem

Posted Leave a commentPosted in Tubir Tebing

Anggrek hitam di dahan itu menghisap maut. Angin tampak surut, berat, jera tertambat. Waktu berkarat, secoklat korosi asap, lekat pada lumut yang jemu menunggu seraut harap.   Pada marjin kalimat yang berkeringat, penglihatanmu sembab selembab serasah menggumamkan sepotong ayat, patah-patah, megap, seperti prajurit sekarat.   Iklim makin anomali di ujung lidah matahari. Daun-daun mengatupkan do’a […]