Berawal dari Instagram hingga Mengamati Burung Bersama

Checklist burung-burung kota – Burung Indonesia

Media sosial memungkin manusia terhubung satu sama lain tanpa dibatasi oleh wilayah dan waktu, termasuk Instagram. Saat ini Instagram menjadi platform media sosial dengan jumlah pengguna mencapai 1,07 miliar (databoks.katadata.co.id) di seluruh belahan dunia. Saya pribadi mulai menggunakan Instagram sejak tahun 2015 akhir.

Pengamatan burung bersama Mas Yasin di Kuningan, Jawa Barat

Februari 2020, berawal dari postingan burung di akun Instagram Burung Indonesia yang menandai sebuah akun bernama @ahmadchumaedi. Saya mengunjungi laman akun tersebut dan ternyata dia berasal dari satu kota yang sama, yakni Kota Cirebon. Tak pikir lama, saya langsung menghubunginya melalui Direct Message, lalu memperkenalkan diri dan mengajaknya berkenalan. Sebulan berlalu, di bulan Maret 2020, Mas Yasin, saya memanggilnya pulang ke Cirebon dari tempat ia bekerja dan berkuliah di Bogor. Ia Mengabari, kemudian kami pengamatan burung (birding) bersama di daerah Kuningan, Jawa Barat.

Oktober 2021, seseorang dengan akun Instagram @hanuhaalfa mereply postingan story Instagram saya sewaktu pengamatan burung di kampus IPB Dramaga dan pengamatan burung air di Jakarta.
“Asik nih, bogornya di wilayah mana bung?,” balasnya.

Mas Hanif mebidik burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) di Kebun Raya Cibinong menggunakan
binocular

Kami berkenalan. Mas Hanif, saya memanggilnya, mengajak saya untuk pengamatan burung bersama. Rabu, 27 Oktober 2021 kami bersepakat untuk pengamatan burung di Kebun Raya Cibinong, Bogor pukul 07.00 WIB pada esok harinya. Tak disangka ternyata Mas Hanif dan Mas Yasin juga saling mengenal satu sama lain. Jadilah kita bertiga pengamatan burung bersama.

Kondisi Vegetasi di Kebun Raya Cibinong

Saya tiba dilokasi lebih dahulu, kemudian disusul mereka berdua yang bertolak dari Bekasi menggunakan sepeda motor. Kami berbincang-bincang sejenak sebelum akhirnya berkeliling menyusuri Kebun Raya Cibinong. Untuk tempat bertajuk kebun raya, lokasi ini terbilang sepi dari hiruk pikuk dan kicau burung. Namun, setelah menambahkan daftar checklist ke burungnesia ternyata terdapat 13 jenis burung yang kami catat.

Dengan alasan sederhana sedikitnya aktivitas dan jenis burung di Kebun Raya Cibinong, menghantarkan kami menuju lokasi pengamatan lain bernama Lakeside Cibinong, sebuah situ buatan yang berada di belakang Kantor Bupati Bogor. Tak menunggu lama, ketika sedang memakan cemilan yang kami beli sebelumnya, secara mengejutkan seekor burung berukuran besar terbang di seberang situ tempat kami duduk.

Sontak saya dan Mas Hanif langsung membidiknya menggunakan binocular, sementara Mas Yasin mengabadikannya menggunakan kamera. Setelah diidentifikasi, burung tersebut merupakan jenis burung pemangsa migrasi, elang sikep madu asia (Pernis Ptilorhynchus). Rupanya lokasi di seberang situ yang memiliki vegetasi cukup rapat menjadi tempat pengembara bumi belahan utara tersebut beristirahat. Seiring meningkatnya kondisi panas bumi (thermal), elang tersebut terbang semakin tinggi memanfatkannya untuk terbang berputar melayang (soaring).

Sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus)

Temuan satu individu elang sikep madu asia bertambah menjadi 11 individu ketika kami menyadari ada beberapa kawanan lain yang sedang terbang memanfatkan panas bumi. Selain sikep madu asia, kami juga mencatat beberapa jenis burung lain, seperti walet linci (Collocalia linchi), tekukur biasa (Streptopelia chinensis), raja udang meninting (Alcedo meninting), burung madu sriganti (Cinnyris jugularis), merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster).

Uni Konservasi Fauna

-Selamatkan Fauna Indonesia-

Tinggalkan Balasan