Harmoni Kolaborasi: Uni Konservasi Fauna IPB Berkolaborasi Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021

Lima puluh foto flora fauna dipamerkan pada peringatan HCPSN 2021 di Boxies 123 Mall Bogor

Salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang diperingati setiap tahun adalah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). 5 November 1993, untuk pertama kalinya diperingati sebagai hari yang ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran, perlindungan, dan pelestarian puspa dan satwa nasional oleh Presiden Soeharto dalam Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. HCPSN 2021 tahun ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yaitu di Boxies 123 Mall Bogor dan di Bumi Perkemahan (Buper) Sukamantri Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Pameran Fotografi dan Podcast Edukasi  

Atas inisiasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bogor Nature Wildlife Photography (BNWP), dan International Animal Rescue (IAR Indonesia), diadakannya pameran fotografi dan podcast edukasi ini. Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB beserta kolaborator lain berpartisipasi dalam kolaborasi lestari memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021. Pameran fotografi flora fauna dan podcast edukasi menjadi media publikasi sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menumpukan kesadaran akan kekayaan flora dan fauna yang sudah seharusnya kita jaga bersama.

Selain UKF, kolaborasi lestari ini dijalankan dalam harmoni oleh Puter Indonesia, Antam, Yayasan Kiara, Indonesia Power, Star Energy, Botanika, Taman Mini Indonesia Indah, TWC, Sintas Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Absolute Indonesia, Bike to Work, dan Boxies 123 Mall.

Peresmian pembukaan acara peringatan HCPSN  2021 oleh Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc.

Rangkaian kegiatan fotografi flora fauna dan podcast edukasi ini terbuka untuk umum dan gratis. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Boxies 123 Mall Bogor pada 3-5 November 2021. Pembukaan rangkaian ini dihadiri dan diresmikan oleh Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc. pada pukul 14.00 WIB. Pada hari berikutnya rangkaian kegiatan dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 20.00 WIB.

“Keanekaragaman hayati meliputi flora dan fauna yang yang kita miliki sudah sepatutnya kita jaga agar nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Peringatan HCPSN ini sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran kepada kita semua akan kekayaan yang ada.” Sambungnya.

Jumat, 5 November 2021 menjadi puncak rangkaian kegiatan pameran fotografi flora fauna dan podcast edukasi. Acara dibuka dengan Operet (Opera Edukasi Satwa) perburuan satwa liar oleh Taman Mini Indonesia Indah, kemudian dilanjut dengan bincang Keanekaragaman Puspa dan Satwa sebagai Aset Dasar Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebanyak lima puluh foto pilihan dari berbagai kolaborator dipamerkan. Foto-foto yang dipamerkan meliputi berbagai macam foto fauna dan beberapa flora. Foto menjadi medium yang tepat untuk menarik perhatian orang, sehingga diharapkan menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki untuk menjaga flora fauna yang kita miliki.

Muhammad Imam R. dengan karya jepretan lensa kameranya

UKF berpartisipasi dalam pameran foto dengan turut serta memamerkan kepada publik foto herpetofauna. Foto jepretan Muhammad Imam R. merupakan foto ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris).

Suasana podcast edukasi yang dihadiri secara langsung oleh publik

Podcast edukasi dilaksanakan dua kali dalam sehari secara hybrid, pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WIB dan pada malam hari pukul 18.30 hingga pukul 20.00 WIB. Berbagai pembicara datang dari berbagai latar belakang untuk bercerita dan berbagi pengalaman mengenai program konservasi yang mereka kerjakan.

Anak-anak mengasah kecerdasan kinestetik dengan bermain Owa Tangga

Selain itu, Yayasan Kiara menghadirkan permainan Owa Tangga yang dibuat sebagai sarana edukasi mengenai konservasi owa jawa dalam bentuk permainan yang umumnya disukai anak-anak. Selain melatih kecerdasan kinestetik anak-anak, permainan ini juga memberikan pengalaman belajar baru bagi mereka yang memiliki kemampuan memproses informasi secara fisik lewat gerakan tubuh, sehingga pengetahuan menarik seperti fakta-fakta owa jawa dapat mudah dipahami.

Pelespasliaran dan Penanaman Pohon

UKF menghadiri pelepasliaran elang dan kukang jawa dalam peringatan HCPSN 2021

Bumi Perkemahan Sukamantri TNGHS dipilih sebagai lokasi penutupan rangkaian kegiatan HCPSN 2021. Sesi kegiatannya meliputi Fun Bike dari Boxies 123 Mall menuju Buper Sukamantri TNGHS, Trail Run dari Tapos menuju Buper Sukamantri TNGHS, Musik Rimba, pelepasliaran kukang jawa dan elang, serta penanaman pohon.

Kegiatan pelespasliaran dan penanaman pohon turut dihadiri oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (drh. Indra Eksploitasia Semiawan, M.Si), Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor (Budi CW), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Ir. Ahmad Munawir, S.Hut M.Si), dan pamong setempat.

“….sekitar 8000 individu telah kami lepasliarkan ke habitat aslinya yang meliputi burung, primata, harimau, dan satwa lainnya yang kami dapat dari konflik masyarakat yang kemudian kami evakuasi lalu kami habituasi sebelum benar-benar kami kembalikan ke alam,” kata drh. Indra dalam sambutannya.

UKF mendapat kesempatan untuk menenam pohon dalam peringatan HCPSN 2021

“Dekat-dekat ini kami berencana untuk melepasliarkan macan tutul jawa yang telah direhabilisasi di PPS Cikananga.” Imbuhnya.

Penanaman pohon ditujukan sebagai gerakan kampanye untuk selamatkan habitat fauna endemik Pulau Jawa. Lalu sesi yang menarik dari penutupan rangkaian kegiatan HCPSN 2021 adalah pelepasliaran satwa liar, yaitu dua ekor elang. Elang ular bido (Spilornis cheela) dan elang alap jambul (Accipiter trivirgatus) berhasil dilepasliarkan di kawasan Buper Sukamantri TNGHS. Selain burung elang, satwa lainnya yang berhasil dilepasliarkan adalah kukang jawa (Nycticebus javanicus).

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati setiap satu tahun sekali, namun perjuangan kita untuk memastikan flora fauna yang kita miliki dapat beregenerasi dan dimanfaatkan untuk kehidupan generasi umat manusia berikutnya membutuhkan waktu dan perjuangan yang berkali-kali lipat.

Uni Konservasi Fauna

-Selamatkan Fauna Indonesia-

Tinggalkan Balasan