uncategorized

REKOR BARU BIODIVERSITAS KAMPUS IPB DRAMAGA (6 JENIS BURUNG BARU DI AWAL TAHUN)

Uni Konservasi Fauna (UKF) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IPB yang bergerak di bidang konservasi. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh UKF adalah monitoring satwa di Kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini telah dimulai sejak bulan Februari 2021 yang bertujuan mengumpulkan data-data satwa yang berada di Kampus IPB Dramaga. Hasil monitoring menunjukkan beberapa lokasi telah dikunjungi oleh burung yang sedang bermigrasi. Arboretum Bambu & Hutan Tropika, Biofarmaka, dan Hutan Al-Hurriyah merupakan lokasi yang dikunjungi oleh para satwa migran tersebut. Satwa yang dimaksud antara lain Kangkok Erasia (Cuculus canorus), Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus), Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica), Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster), dan Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium).

Jenis burung yang singgah di Kampus IPB Dramaga tentunya sangat menarik perhatian para konservasionist UKF IPB. Pasalnya, jenis burung yang ditemukan ini ternyata memiliki tempat berbiak dan tempat perjumpaannya masing-masing. Kangkok Erasia (Cuculus canorus), berbiak di Erasia; Kowak Melayu (Gorsachius melanolophus) berbiak di India, Cina Selatan, Asia tenggara dan Filipina; Sikatan Sisi-Gelap (Muscicapa sibirica) berbiak di Asia Timur Laut dan Himalaya; Elang-Laut Perut-Putih (Haliaeetus leucogaster), si raptor berukuran besar yang sekadar mampir ini umum dijumpai di daerah pantai, danau besar, serta sungai dekat pantai. Perlu dikenalkan pula burung Jalak Tunggir-Merah (Scissirostrum dubium) sebagai burung hasil introduksi yang merupakan satwa endemik Sulawesi. Burung-burung tersebut bermigrasi pada musim dingin dari belahan bumi utara – seperti Himalaya, Jepang, Cina, dan India menuju dataran yang lebih hangat seperti wilayah Asia Tenggara dan Australia. Periode yang dipilih oleh mereka untuk bermigrasi yaitu pada bulan September s/d Maret. Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) status konservasi dari satwa-satwa tersebut adalah LC (Least Concern).

Gambar 1. Elang-laut Perut-putih

Gambar 2. Kowak Melayu

Gambar 3. Kangkok Erasia

Leave a Reply