WAKILI INDONESIA, UNI KONSERVASI FAUNA BERSAMA YAYASAN KIARA DAN YAYASAN HERPETOFAUNA INDONESIA DUDUKI PERINGKAT KEDUA DALAM KEGIATAN THE HOME RIVER BIOBLITZ 2021

 

Uni Konservasi Fauna bersama Yayasan Kiara dan Yayasan Herpetofauna Indonesia melaksanakan kegiatan Ciapus Home River Bioblitz 2021 pada tanggal 25 – 26 September 2021. Ciapus Home River Bioblitz 2021 adalah gerakan eksplorasi keanekaragaman hayati dalam waktu singkat di area sungai Ciapus, Bogor. Gerakan eksplorasi ini merupakan turunan dari gerakan sains warga sedunia bertajuk “The Home River Bioblitz”.

Ciapus Home River 2021 adalah upaya komunitas sains warga untuk meningkatkan kesadaran terkait keanekaragaman hayati sungai dan memperdalam hubungan antara manusia dengan sungai sambil menghasilkan data yang berguna untuk sains dan konservasi. Selama dua hari, 21 peserta melakukan observasi langsung ke bagian hulu dan hilir sungai Ciapus. Data pengamatan dikumpulkan melalui aplikasi sains warga, iNaturalist.

Ciapus Home River Bioblitz 2021 menghasilkan 1391 observasi dengan 364 spesies oleh 21 pengamat asal Indonesia. Dengan capaian tersebut, tim Ciapus Home River Bioblitz 2021 menduduki peringkat kedua observasi terbanyak, bersaing degan aktivitas sains warga dari beberapa negara seperti: India, Nigeria, Mexico, Chili, dll.

Kegiatan sains warga ini fokus pada keanekaragaman hayati di dalam dan sekitar sungai. Dari hasil yang didapatkan, banyak sekali makhluk hidup yang mendiami daerah aliran sungai Ciapus. Sungai yang menjadi nadi sebuah ekosistem sangat banyak memberi manfaat bagi makhluk hidup di sekitarnya termasuk manusia. Banyak aktivitas manusia yang bersifat merugikan kondisi sungai, seperti: kegiatan perkebunan yang meninggalkan banyak sampah, pemanfaatan air sungai secara berlebihan sehingga air mengalir sangat terbatas, dan eksploitasi bebatuan sungai untuk kepentingan pembangunan.

Dampak yang ditimbulkan sangat jelas terlihat ketika tim eksplorasi sungai Ciapus melakukan pengukuran kualitas air menggunakan indikator makrozoobenthos di dua titik berbeda bagian hulu dan hilir sungai. Bagian hulu secara visual, kondisi air fisik terlihat jernih dan tidak beraroma. Selain itu perhitungan skor kualitas air bernilai 10 yang menunjukkan bahwa kondisi perairan sangat baik. Berbanding terbalik dengan bagian hilir yang menunjukkan warna air sangat kotor dan terlihat keruh dengan skor kualitas air 4,25 yang menunjukkan bahwa kondisi perairan kotor.

Hasil eksplorasi menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas manusia sangat memengaruhi kondisi sungai. Sesuai dengan luaran umum yang ingin dicapai oleh penyelenggara pusat The Home River Bioblitz, tim eksplorasi merasakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi wadah bagi generasi milenial untuk meningkatkan kepedulian terhadap ekosistem sungai yang menjadi salah satu penyangga kehidupan makhluk hidup. “Kegiatan ini merupakan terobosan baru bagi UKF dalam hal kegiatan sains warga, terlebih UKF menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang bergengsi di dunia. Harapannya dengan memperlihatkan keadaan sungai Ciapus bagian hulu dan hilir, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga ekosistem sungai di Indonesia kepada publik, yang merupakan harta yang sangat berharga bagi kehidupan di dunia” ujar Feriyanto (Ketua Umum UKF). Kegiatan ini diharapkan dapat menambah kekayaan pengetahuan bagi masyarakat tentang potensi sungai sehingga bermanfaat bagi sains dan konservasi.

 

Tinggalkan Balasan